Lomba Kicau Burung Skala Nasional Digelar Kembali Perebutkan Piala Khofifah Cup

29 views

 

SURABAYA (Suarakawan.com) – Event lomba kicau burung tingkat nasional kembali akan digelar oleh Himpunan Pecinta dan Penghobi Kicau Burung. setelah tahun tahun sebelumnya sukses menggelar lomba burung tingkat Nasional, di Lapangan Kampus UBAYA Jl Tenggilis Rungkut Surabaya, berupa Soekarwo CUP 2018, kali ini lomba yang selalu diikuti oleh ribuan peserta ini akan menggelar
Piala Khofifah CUP 1.

Heri Sugihono penggagas lomba ini mengatakan hampir seluruh perwakilan pecinta burung menyatakan siap untuk ambil bagian.

“Lomba burung ini diperkirakan akan diikuti oleh 2500 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia, mulai peserta dari Jawa Timur sendiri , Jawa Tengah, Jawa Barat, Bali, Sumatera , Kalimantan , Batam , Kakarta, Sulawesi, hampir seluruh wakil dari semua provinsi akan hadir dan sudah mendaftar, ” ungkap pria yang juga politisi Golkar Jatim ini.

Heri mengatakan panitia menyiapkan 3000 tiket, dan memperebutkan total hadiah setengah milliar lebih, dengan 50 kategori klas lomba.”Total hadiah yang ke siapkan adalah 600 juta, saat pesertanya terus bertambah. Saya yakin peserta akan mendekati jumlah tiket yang disediakan, ” katanya optimis.

Khofifah sendiri direncanakan hadir, untuk membuka event kicau burung bertaraf nasional ini. “Mengingat antusias beliau saat diundang untuk membuka acara lomba Kicau Burung Khofifah Cup 1, insyaallah beliau siap hadir,” kata Heri.

Lomba Kicau burung ini adalah event tahunan, yang selalu digelar di lapangan kampus UBAYA Jl. Tenggilis Mejoyo, Kali Rungkut, Kecamatan Rungkut Surabaya. Diselenggarakannya Lomba Burung Berkicau Tingkat Nasional Piala Gubernur ini menjadi even yang dinanti para penggemar burung. Selain sebagai ajang memperkenalkan jenis burung juga sebagai ajang silaturahim para penggemar burung di seluruh 2 nusantara.

“Burung sudah menjadi identitas budaya bagi masyarakat Jawa Timur. Hampir setiap masyarakat di Jawa Timur memiliki burung sebagai hewan peliharaan. Sebagian masyarakat menganggap sebuah rumah kurang lengkap apabila tidak ada suara burung,” pungkasnya. (Aca)

Posting Terkait