Laman Resmi Ditjen Pajak Diretas, DJP: Data Wajib Pajak Aman

JAKARTA (suarakawan.com) – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memastikan data-data wajib pajak aman terkait adanya peretasan yang menyerang situs resmi mereka sejak Minggu, 10 Juni 2018.

Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Hubungan Masyarakat DJP Hestu Yoga Saksama mengatakan semua database, fitur, dan aplikasi dalam keadaan aman. Hestu menegaskan tidak ada yang perlu dikhawatirkan, data WP dinyatakan aman, karena tidak ada data wajib pajak di situs www.pajak.go.id.

“Data-data WP aman, karena tidak terdapat di website tersebut dan tidak dapat diakses melalui website tersebut. Demikian juga aplikasi dan fitur-fitut lainnya juga tidak terganggu. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” kata Hestu melalui pesan singkat.

Direktur Eksekutif CITA Yustinus Prastowo sebelumnya mempertanyakan mengenai keamanan sistem (security system) DJP yang mana menyangkut data-data rahasia para wajib pajak. Meskipun untuk web hanya berisi informasi umum yang memang dibagikan ke publik (publish).

“Bagaimana dengan sistem dan aplikasi lain yang lebih penting? Jangan-jangan enggak secure?” kata Pras.

Apalagi saat ini DJP sudah mulai mengumpulkan data-data nasabah perbankan yang dipertukarkan untuk kepentingan perpajakan (automatic exchange of information/AEOI) yang mana bersifat sangat rahasia untuk publik.

Diberitakan sebelumnya, laman resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan diretas oleh orang tak dikenal sejak kemarin sore, Minggu, 10 Juni 2018. Hingga kini web yang beralamatkan www.pajak.go.id masih belum kembali seperti semula.

Hingga pukul 07.30 WIB, ketika dibuka tertera tulisan hacked by anonymous arabe dengan tampilan web saat ini berubah menjadi berlatar belakang seseorang wanita memegang bendera Palestina yang berada dalam situasi perang.

Dalam tampilan saat ini tertera sebuah pesan yang menyatakan “salam dunia, kami Anonymous Arabe. Kami di sini hanya untuk mengirimkan sebuah pesan. Kami Muslim dan kami bangga! Al-Quran adalah kitab kami. Insyaallah kami percaya. Untuk Allah kami bekerja. Kematian bagi Israel. Kebebasan bagi Palestina. Yerusalem milik kami. Harapkan kami!”

Namun, ketika dibuka ulang web pajak tidak muncul dan alamat dialihkan ke mercusuar.uzone.id. Adapun hingga berita ini diturunkan, laman Ditjen Pajak dialihkan ke DJP online.(mtv/rur)