Kuota Perempuan Kurang, Tiga Parpol Di Jatim Terancam Kehilangan Dapil

SURABAYA (Suarakawan.com) – Sebelum penetapan dan pengumuman Daftar caleg Sementara (DCS) Bakal Calon Legeslatif (Bacaleg) DPRD Jatim. Komisi Pemilihan Umum (KPU) menemukan ada tiga partai politik (Parpol) terancam mengalami kehangusan seluruh bakal calon legislatifnya dalam satu daerah pemilihan (Dapil).

Anggota KPU Jatim, Mohammad Arbayanto ditemui di KPU Jatim, Selasa (7/8) mengatakan kehangusan atau pencoretan bacaleg ini disebabkan, yakni tidak terpenuhinya 30 persen kuota perempuan dalam dapil tersebut. “Tiga parpol yang tidak memenuhi syarat 30 persen kuota perempuan sehingga berdampak pada seluruh bacaleg yang ada di dapil tersebut,” ujar Arbayanto yang juga Komisioner KPU Jatim, Devisi Teknis.

Menurutnya, tidak terpenuhinya kuota perempuan tersebut disebabkan oleh berbagai hal. Selain karena kekurangan berkas administrasi, juga ada bacaleg perempuan yang diketahui belum cukup usia.”Ada yang belum memenuhi syarat usia minimal bacaleg, yakni umur 21 tahun saat DCT pada bulan September. Tapi ini tidak memenuhi karena baru akan genap 21 tahun Oktober,”ujarnya.

Arbayanto menambahkan, dari 3 parpol tersebut, setidaknya ada 6 dapil yang mengalami kehangusan. Sayangnya, Arbayanto enggan merinci parpol apa saja dan dapil mana saja yang mengalami kehilangan dapil tersebut. “Total ada 6 dapil. Tapi untuk partai dan dapil, kami belum bisa mempublikasikan,” pungkas Arba yang juga mantan anggota KPU Kota Malang.

Seperti diketahui, KPU Jawa Timur mencoret 70 Bakal calon legislatif (Bacaleg) DPRD Jawa Timur karena Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Pencoretan itu setelah KPU melakukan proses perbaikan berkas syarat Bacaleg mulai 22 hingga 31 Juli 2018 lalu.

Anggota KPU Jatim, Arbayanto mengatakan, dari 70 Bacaleg yang dicoret, Partai Hanura yang bacalegnya tidak memenuhi syaraat yakni 30 orang, dari 120 bakal calon yang mendaftar. Sedangkan 1.600 bacaleg lainnya dinyatakan memenuhi syarat (MS). (aca/rur)