Krisis Air Bersih Landa 21.660 Warga Cilacap Akibat Bencana Kekeringan

Cilacap (Suarakawan.com) – Bencana kekeringan menghantam sedikitnya 17 desa di wilayah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Tri Komara Sidhy mengungkapkan, laporan terakhir yang diterimanya mencatat 17 desa yang terdampak bencana kekeringan itu tersebar di 7 kecamatan.

Ia mengatakan, dari 7 kecamatan tersebut, kekeringan di Patimuan paling luas karena mencapai tujuh desa yang terdampak, disusul Kawunganten yang telah mencapai tiga desa.

Sementara kekeringan di Kecamatan Gandrungmangu dan Karangpucung masing-masing dua desa, sedangkan Kecamatan Kampung Laut, Jeruklegi, dan Bantarsari masing-masing satu desa.

“Jumlah warga di 17 desa yang terdampak kekeringan mencapai 7.123 keluarga atau 21.660 jiwa,” katanya, Senin (1/7/2019).

Terkait dengan kondisi tersebut, Tri mengatakan pihaknya hingga tanggal 30 Juni telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 36 tangki ke desa-desa yang membutuhkan dan telah mengajukan surat permohonan bantuan.

Menurut dia, bantuan air bersih tersebut telah dialokasikan dari APBD Kabupaten Cilacap untuk tahun 2019 meskipun jumlahnya terbatas.

“Tahun ini, kami hanya mendapat alokasi bantuan air bersih dari APBD Kabupaten Cilacap sebanyak 110 tangki,” katanya.

Ia mengaku khawatir alokasi bantuan air bersih tersebut tidak mencukupi kebutuhan karena di Kabupaten Cilacap terdapat 65 desa di 15 kecamatan yang rawan kekeringan maupun krisis air bersih.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya akan menggandeng dunia usaha, instansi, maupun organisasi untuk ikut serta menyalurkan bantuan air bersih seperti saat musim kemarau tahun 2018.

“Berkat dukungan dari berbagai pihak sehingga saat musim kemarau tahun kemarin, kami bisa menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 512 tangki,” katanya.(ara/ziz)

Kekeringan

Related Post