KPU-RI dan NGO Asia City Tour ke Dolly

Tidak ada komentar 171 views

SURABAYA (suarakawan.com) – Putat Jaya yang dulu dikenal dengan tempat prostitusi, kini kian berubah signifikan dan mendeklarasikan dirinya sebagai kampung wisata. Kamis (28/6) rombongan dari KPU-RI bersama dengan rombongan NGO (Non Government Organization) Asia mengunjungi kawasan yang dulunya menjadi bekas prostitusi terbesar di Asia Tenggara ini.

Sebanyak 70 peserta tour mengunjungi kawasan Dolly menggunakan “kereta kelinci”. Rombongan disambut oleh Asisten Pemerintahan Sekda Kota Surabaya. Dolly Saiki Point menjadi destinasi pertama dari acara pagi ini. Workshop yang berfungsi untuk menampilkan produk-produk hasil produksi warga eks lokalisasi Dolly ini tak dilewatkan oleh rombongan untuk membeli beberapa produk.

Rombongan KPU-RI ternyata datang di saat yang tepat. Terlihat seorang warga eks lokalisasi sedang “nyanting” di atas selembar kain. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh rombongan untuk mengabadikannya serta mengobrol ringan tentang batik. Tempe Jarwo, olahan khas Dolly juga menjadi suguhan dalam kunjungan yang dihadiri oleh turis Thailand, Srilanka, Timor Leste dan Malaysia ini.

Wisma Barabara yang berada di kawasan JL. Kupang Gunung menjadi destinasi selanjutnya. Tempat yang dulunya digunakan sebagai markas lokalisasi terbesar ini kini telah beralih fungsi dan digunakan untuk produksi UKM sandal sepatu, BLC, dan sentra PKL. Dalam kesempatan ini Yayuk mengajak rombongan untuk menjajal langsung proses pembuatan sandal, yakni menjahit bahan kulitbyang telah disediakan.

City Tour oleh KPU-RI ini bermaksud untuk meninjau dan memantau langsung proses Pilkada serentak 2018 di Jawa Timur 27 Juni lalu. KPU-RI mengajak rombongan NGO (LSM di bidang Politik) mengunjungi Surabaya yang merupakan kota terbesar dengan masyarakat yang lebih multikultur dan lebih beragam sehingga sample yang dilihat akan semakin banyak lagi.

Selepaas melakukan city tour di kawasan Dolly, rombongan diundang jamuan makan sianh oleh Walikota Surabaya di rumah dinas Walikota Surabaya.(sby/rur)