Komisi E Desak Dinas Pendidikan Se Jatim Agar Mengontrol Kembali Pembangunan Gedung Sekolahnya

36 views
SURABAYA (Suarakawan.com) – Musibah ambruknya atap gedung SDN Gentong, Gadingrejo Kota Pasuruan pada Selasa (5/11) pagi yang mengakibatkan seorang guru dan seorang siswa meninggal dunia, serta puluhan siswa lainnya mengalami luka-luka mendapat sorotan tajam kalangan DPRD Jatim. Oleh karena itu pihak Komisi E meminta kepada pemprov dan Pemkot Pasuruan untuk segera memberikan bantuan ke korban tertimpa tersebut.
Ketua Komisi E DPRD Jatim, Wara Sundari Reny Pramana mengaku sedih dan ikut berbela sungkawa karena musibah tersebut harusnya bisa diantisipasi jika seluruh penanggungjawab dan pihak terkait menjalankan tugas dan kewenangannya dengan baik.Pasalnya, jika kondisi bangunan sekolah sudah tidak memenuhi standart. pastinya pihak sekolah melaporkan pada instansi terkait supaya segera diusulkan mendapat bantuan renovasi.
“Kualitas bangunan sekolah harus lebih diperhatikan sesuai dengan standar, sehingga peristiwa memilukan seperti itu tidak terulang kembali di lain tempat,” harap Reny sapaan akrab Wara Sundari Reny saat dikonfirmasi di DPRD Jatim, Selasa (5/11).
Politisi asal Fraksi PDI Perjuangan itu mengaku mendengar kabar memilukan tersebut saat menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Biro Administrasi Kesejahteraan Sosial Provinsi Jatim.“Kami mendengar kabat tersebut saat menggelar rapat dengan Kadindik dan Biro Kessos Jatim. Sehingga pihaknya bisa langsung memberikan respon dan warning juga bisa kami sampaikan sebagai warning,”paparnya Reny yang juga kakak kandung Pramono Anung ini.
Di sisi lain, Komisi E DPRD Jatim juga mendesak kepada Pemprov Jatim dan Pemkot Pasuruan untuk segera merespon dan memberikan bantuan-bantuan yang memadai agar proses belajar mengajar tetap bisa berjalan normal kembali.
“Pemprov dan Pemkot harus memberikan bantuan kepada sekolah yang ambruk. Dan yang penting lagi pemerintah harus menjamin para korban saat dirawat di rumah sakit serta penanganan trauma siswa agar tidak takut akibat insiden tersebut,” tambah Reny.
Sementara itu Biro Kesos Jatim,  Hudiono mengatakan bahwa Pemprov Jatim telah menyiapkan anggaran untuk memberikan bantuan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia dalam musibah ambruknya atap SDN Gentong Kota Pasuruan masing-masing sebesar Rp.10 juta. “Bantuan santunan dari Pemprov Jatim sudah diserahkan kepada pihak keluarga korban meninggal dunia hari ini,” jelas pria yang juga menjabat kepala PLT Dinas Pendidikan  Jatim.
Sebagaimana diketahui bersama, tragedi ambruknya empat ruang kelas SDN Gentong Kota Pasuruan ini terjadi sekitar pukul 7.30 Wib. Atap ruangan yang ambruk ada empat titik, yakni ruang kelas 5A, 5B, 2A dan 2B.Suara tangis peserta didik dan guru langsung pecah. Mereka berlarian keluar ruang kelas untuk menyelamatkan diri, sambil berteriak meminta tolong.
Warga sekitar yang mendengar langsung berdatangan memberikan pertolongan. Mereka membantu proses evakuasi. Sedangkan untuk para korban telah dilarikan ke Rumah Sakit dr Soedarsono Kota Pasuruan, serta Klinik Media Kraton Pasuruan.
Kasat Reskrim Polresta Pasuruan, AKP Slamet Santoso juga membenarkan peristiwa ambruknya atap ruang kelas di SDN Gentong tersebut. Dari hasil identifikasi sementara diketahui jumlah korban meninggal sebanyak 2 orang. “Petugas masih melakukan olah TKP untuk mengetahui penyebab ambruknya empat ruang kelas,” jelas Slamet Santoso.
Korban meninggal dunia dalam kejadian tersebut adalah Sevina Arsy Wijaya (19) guru asal Kelurahan Mandaranrejo Kecamatan Panggungrejo Kota Pasuruan, dan siswa kelas 2 bernama Irza Almira (8), warga Kelurahan Gentong, Kota Pasuruan.
Selain korban tewas, juga banyak anak didik yang mengalami luka-luka. Diantaranya Zidan (8), Wildalmul (11), Abdul Muktim (11), Hilda Salsa (11), Alisah (7), Kina (8). Zahra Salsabilla (9), Siti Rohmania (8), Aisyah (8) dan Ahmad Gerhana (8). (Aca)

Posting Terkait