SuaraKawan.com
Headline Sidoarjo

Komisi B DPRD Sidoarjo Minta Disperindag Awasi Penjualan dan Cegah Penimbunan Minyak Goreng

 

 

Operasi pasar minyak goreng 

(SIDOARJOterkini)- Tingginya harga minyak goreng di Sidoarjo diharapkan jadi perhatian Pemkab Sidoarjo melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sidoarjo. Apalagi saat kebijakan harga minyak goreng Rp 14 ribu per liter membuat salah satu bahan pokok itu menjadi langka.

Komisi B DPRD Sidoarjo meminta ada pemantauan secara berkala kondisi penjualan minyak goreng di pasar modern maupun pasar tradisional. Sehingga masyarakat tidak perlu cemas dan resah untuk membeli minyak goreng dengan harga murah.

Ketua Komisi B Bambang Pujianto

Ketua Komisi B DPRD Sidoarjo Bambang Pujianto mengatakan, tingginya harga minyak goreng curah dikarenakan turunnya kuantitas panen sawit pada semester kedua.

Untuk itu, dia meminta Pemkab Sidoarjo terus memantau kenaikan harga-harga ini. Apalagi jelang puasa dikhawatirkan ada lonjakan harga lagi.

“Sebab permintaan dari masyarakat diprediksi akan tinggi,” katanya.

Menurut politikus Gerindra tersebut, jika diperlukan, pemkab bisa menggelar operasi pasar khusus komoditi minyak goreng. Selain itu, sebagai langkah antisipasi, pemkab juga bisa melakukan pengawasan terhadap distributor minyak goreng melalui kerja sama dengan kepolisian.

Bambang menjelaskan, dengan operasi pasar yang intens dilakukan akan membuat masyarakat bisa membeli minyak goreng dengan harga murah. Bantuan pemerintah melalui subsidi terhadap minyak goreng harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.

“Jangan sampai langka dan menimbun,” ucapnya.

Anggota Komisi B Sudjalil

Anggota Komisi B DPRD Sidoarjo Sujalil mengatakan, Disperindag harus berkoordinasi dengan pasar modern yang telah menjual minyak goreng dengan harga Rp 14 ribu per liter. Tujuannya agar pembeli yang nakal tidak memanfaatkan momen itu untuk menimbun barang.

“Harus ada aturannya membeli minyak goreng dengan harga murah. Jangan boleh memborong kasihan masyarakat lain tidak kebagian,” jelasnya.

Ketua DPRD Sidoarjo Usman meminta Disperindag terus aktif memantau harga dan penjualan minyak goreng. Hal itu dilakukan agar distribusi minyak goreng tetap aman.

Ketua DPRD Sidoarjo Usman

“Masyarakat tidak perlu panik. Nah Disperindag sebagai ujung tombak harus bisa memantau secara berkala stok dan harga minyak goreng,” jelasnya.

Usman menegaskan, operasi pasar yang sudah dilakukan saat ini harus tepat sasaran. Sehingga masyarakat kurang mampu bisa menikmati harga murah minyak di goreng yang ditawarkan.

“Harus bisa mengontrol penjualan karena minyak goreng jadi bahan dasar untuk pembuatan makanan dan sangat dibutuhkan masyarakat,” jelas politikus PKB itu.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor menegaskan bahwa stok minyak goreng masih berlimpah. Masyarakat jangan panik. “Harga 14 ribu itu sudah pasti. Masyarakat tetap tenang dan jaga kondusifitas kita bersama. Pemerintah sudah hadir dalam menstabilkan harga. Saya harap masyarakat juga nyaman, tenang jangan panik sekali lagi,” tegasnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Pedagangan (Disperindag) Sidoarjo Tjarda menambahkan untuk memeratakan penjualan minyak goreng Rp 14 ribu per liter, di Kabupaten Sidoarjo masih akan melakukan operasi pasar.

Dia memastikan tidak ada penimbunan minyak goreng. Pihaknya bahkan siap bekerjasama dengan distributor minyak goreng untuk menggelar operasi pasar.

“Operasi pasar sudah kami lakukan beberapa kali untuk memudahkan masyarakat menikmati harga murah minyak goreng,” jelas Tjarda. (Adv/St18)

The post Komisi B DPRD Sidoarjo Minta Disperindag Awasi Penjualan dan Cegah Penimbunan Minyak Goreng appeared first on SIDOARJO TERKINI.

Sumber : Sidoarjo Terkini (Jejaring JatimTerkini.com)

Related posts

Begini Penjelasan Site Manager Perhutani KBM Ekowisata Jatim Terkait Mahalnya Tiket Masuk Wisata Padusan Pacet

redaksi

Kanwil Sultra Akan Tiru Strategi Kemenkumham Jatim Dalam Pembangunan ZI

redaksi

Wabup Sidoarjo : Jembatan Penghubung Dua Desa di Sedati Yang Rusak Parah, Pertengahan Oktober Diperbaiki

redaksi