Komisi B Desak Pemprov Jatim Bentuk Badan Urusan Promosi Ke Luar Negeri

SURABAYA (Suarakawan.com) – Komisi B DPRD Jatim meminta kepada Pemprov Jatim untuk membentuk badan khusus untuk menangani urusan promosi ke luar negeri. Sebab, dengan begitu tugas dan tanggungjawabnya jelas. Badan inilah yang nantinya menjembatani seluruh OPD di lingkungan Pemprov Jatim untuk melakukan promosi ke luar negeri.

Anggota Komisi B DPRD Jatim, Afwan Maksum ditemui di DPRD Jatim, Selasa (30/10) mengatakan Dengan dibentuknya Badan Khusus luar negeri, diharapkan pekerjaan yang dilakukan jelas dan terukur.

“Saya kira sekalian aja bentuk badan khusus untuk menangani promosi ke luar negeri, seperti kantor perwakilan dagang yang ada di 23 provinsi. Tentunya badan ini harus didukung riset dan data yang kuat, serta SDM yang profesional,”tegasnya.

Pihaknya juga, mengkritisi rancangan anggaran yang dialokasikan ke berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Dari rapat kerja yang dilakukan komisi-komisi DPRD Jatim dengan mitra kerja OPD di lingkungan Pemprov Jatim. Komisi bidang perekonomian (B) DPRD Jatim secara serius menyoroti alokasi anggaran promosi ke luar negeri yang ada di Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) di berbagai 10 OPD mitra kerjanya.

“Saya kira harus ada skala prioritas. Tidak bisa seluruh OPD melakukan promosi ke luar negeri yang biayanya tidak sedikit. Kecuali output-nya jelas, yakni mendatangkan investasi atau wisatawan mancanegara,” ujar Afwan politisi asal Fraksi PDIP ini.

Bahkan, pihaknya mengaku tak segan mengusulkan pencoretan anggaran yang kurang produktif ke pimpinan Komisi B. Alasannya, setiap anggaran yang diajukan OPD harus jelas peruntukannya sejak awal. Hal ini untuk menghindari pengeluaran yang tidak perlu atau inefisiensi.

Karena itu Afwan, akan mempertanyakan kembali pengajuan anggaran promo ke luar negeri yang diajukan OPD mitra komisi B dalam rapat kerja selanjutnya. Kalau memang jelas target dan peruntukannya tak masalah. Tapi sebaliknya kalau tidak, maka komisi B akan  rekomendasikan supaya dicoret.

“Promosi ke luar negeri itu membutuhkan biaya yang besar. Karena itu kalau tidak jelas sasarannya, lebih baik tidak usah. Toh, bisa promosi lewat website atau brosur berbahasa Inggris. Bisa juga bikin film pendek yang biayanya tidak terlalu besar. Sekarang era digital dan media sosial, harus bisa dimanfaatkan,” tutur Afwan politisi asal Dapil Tuban – Bojonegoro ini.