SuaraKawan.com
Suara Rohani

Pelaporan – Khutbah Jumat 13 Januari 2023 : Bersedekah, Upaya Alternatif Membentuk Karakter Anak Saleh

Khutbah Jumat kali ini mengangkat materi tentang bersedekah sebagai salah satu upaya membentuk karekter anak menjadi saleh. Selain pendidikan dan keteladanan dari orang tua, sedekah dapat menjadi cara alternatif bagi orang tua agar anaknya mendapatkan kemudahan untuk menjadi pribadi yang saleh.

Ma’asyiral hadhirin, hafidzakumullah 

Pada kesempatan yang mulia ini dan di tempat yang sangat mulia ini, kami berwasiat kepada pribadi kami sendiri, juga kepada para hadirin sekalian, marilah kita senantiasa meningkatkan takwa kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan berusaha menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya.

Ma’asyiral hadhirin, hafidzakumullah 

Masing-masing di antara kita pasti mendambakan diberi karunia Allah subhanahu wa ta’ala berupa keturunan atau anak yang sholeh, patuh kepada kedua orang tua, cerdas, berguna kepada agama, nusa dan bangsa.  Salah satu ulama besar dari kalangan kita yang telah wafat adalah KH Abdullah Zen Salam, ulama kenamaan asal Pati Jawa Tengah. Beliau pernah berpesan bagi siapa saja yang ingin anaknya jadi anak saleh, hendaknya ia sering-sering mbancak’i anaknya.  Di dalam tradisi Jawa, biasanya jika ada orang mempunyai anak kecil, ia akan membikin semacam selamatan bisa berupa nasi atau sejenisnya kemudian dibagi-bagikan ke para tetangga atau warga sekitar. Bancaan dalam tradisi Jawa merupakan bentuk sedekah dalam bahasa agama.  Hanya saja, Mbah Dullah, sapaan akrab Kiai Abdullah Salam, mewasiatkan bahwa bancaan tidak mesti harus menunggu kapan hari neptu-nya atau sesuai kapan hari lahirnya, tapi bancaan atau sedekahan perlu dilakukan sesering mungkin. Rasulullah saw bersabda: Sedekah itu menutup 70 pintu keburukan.” (HR At-Thabarani)

Hadirin yang berbahagia Anak nakal itu merupakan keburukan, tidak mau belajar rajin merupakan sebuah keburukan, tidak patuh terhadap kedua orang tua juga keburukan, tidak mau mengaji juga keburukan, dan berbagai keburukan yang lain, maka untuk menutup atau menangkal keburukan-keburukan tersebut perlu bersedekah atau bancaan yang dilakukan oleh orang tua yang pada saat ia memberikan sedekahnya sembari berniat mbancak’i atau menyedekahi anaknya.  Sedekah tidak melulu dengan harta. Kita bisa memilih sedekah sesuai dengan kemampuan kita.  Sabda Rasulullah saw:   “Barangsiapa memiliki harta, bersedekahlah ia dengan hartanya.”

Ada pula hadits : “Barangsiapa memiliki ilmu, bersedekahlah ia dengan ilmunya.”

Dan juga hadists : Artinya, “Serta, barangsiapa yang memiliki tenaga, bersedekahlah ia dengan tenaganya.” (HR. Anas bin Malik)

Ma’asyiral hadlirin hafidzakumullah  

Yang pertama adalah sedekah dengan harta. Sedekah dengan harta tidak harus berupa uang. Sedekah bisa berupa pakaian bekas yang masih layak pakai namun sudah tidak kita pakai, kita berikan kepada orang lain, itu namanya sedekah. Ada orang makan, ada kucing mendekat lalu ia ambil dagingnya, kucingnya dikasih tulang, itu juga sedekah. Memberikan nafkah kepada anak-istri itu juga sedekah bahkan pada saat kita makan, lalu ada makanan yang tercecer dimakan semut dan kita niatkan untuk membiarkannya, itu juga sedekah harta yang kesemuanya itu jika kita niatkan untuk menyedekahi atau mbancak’i anak kita, insyaallah akan menghindarkan anak kita dari berbagai macam keburukan.

Pada hadits tadi disebutkan yang kedua, barang siapa yang mempunyai ilmu, maka bersedekahlah dengan ilmunya. Artinya pada saat orang tua mengajari anaknya sendiri, ada guru yang mengajari anak didiknya, kiai mengajari santrinya, semua hal ini adalah sedekah, maka niatkan itu semua pahala untuk anak kita.

Yang ketiga adalah barangsiapa yang memiliki tenaga, bersedekahlah ia dengan tenaganya. Hal ini berlaku baik bagi orang kaya maupun miskin, semuanya mempunyai kesempatan yang sama. Saat kita berpapasan dengan orang tua, kita bantu mengangkat barangnya, atau membersihkan masjid atau bahkan hanya menyalakan saklar lampu masjid, atau bahkan tersenyum kepada saudara kita itu juga bisa bernilai sedekah yang kalau kita niatkan untuk anak-anak kita, anak kita akan mendapatkan atsar barakahnya amalan-amalan tersebut. Rasulullah saw bersabda: “Senyummu di hadapan saudaramu adalah (bernilai) sedekah bagimu.” (HR At-Tirmidzi).

Ma’asyiral hadlirin hafidzakumullah

Mengelola anak tidak hanya semata-mata memberikan mereka makan, minum, pakaian dan kebutuhan-kebutuhan hayawaniyah mereka, namun perlu pendidikan ruh bagi mereka yang tidak selalu kasat mata. Karena itu orang tua perlu banyak melakukan tirakat (riyadhah) supaya anak-anaknya diberikan belas kasih dari Allah dari sababiyah sedekahnya orang tua setiap saat yang pahalanya diniatkan untuk anak-anaknya.

Betapa banyak orang tua yang mendidik anaknya dengan keras, namun anaknya malah justru semakin jauh, semakin tidak menurut kepada orang tua. Jika demikian keadaannya, orang tua perlu sadar, ada langkah-langkah yang perlu ia tempuh supaya anaknya menjadi anak yang dibina sesuai tuntunan agama, di antaranya dengan mengikuti saran dari KH Abdullah Zen Salam tadi. Selain tentu soal bagaimana shalatnya, puasanya dan lain sebagai nya tetap harus diperhatikan dengan baik dan seksama. Semoga anak kita, keluarga kita benar-benar diberikan perlindungan oleh Allah subhanahu wa ta’ala sehingga mereka menjadi pandangan sejuk kita baik di dunia maupun di akhirat, amin.

(Ustadz Ahmad Mundzir)

***

Program Jumat Berkah adalah program sedekah berupa pembagian makanan yang diberikan kepada jamaah masjid dan masyarakat sekitar dengan tujuan di antaranya : sedekah dan  membantu perekonomian warga ekonomi bawah. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Blog Witasem  tidak terkorelasi atau terhubung dengan penulis artikel.

Laporan Keuangan Jumat 13 Januari 2023

Keterangan
Pemasukan
Pengeluaran
Hamba Allah (Pembaca Blog)                                     200,000
Hamba Allah (Pembaca Blog)                                     150,000
Jumlah                                                                             350,000
     Penyediaan nasi bungkus sebanyak 45 porsi                                      350,000

Saldo                                                                                                                 0

 

Keterangan mengenai Jumat Berkah bisa klik tautan ini.

 

Related posts

Tazkiatun Nafs menurut Imam Al Ghazali

Redaksi Surabaya

Tentang Buku ‘Palestina dari Zaman ke Zaman’ Karya KH Saifuddin Zuhri

Redaksi Surabaya

Kompleksitas Khilafah dalam Tafsir Ibnu Katsir

Redaksi Surabaya