Khofifah – Risma Seharusnya Duduk Bersama Fokus Persiapan Tuan Rumah Piala Dunia U 20

29 views

SURABAYA (Suarakawan.com) – Perseteruan antara Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dengan Walikota Surabaya Tri Rismaharini seputar penunjukan Gelora Bung Tomo (GBT) menjadi salah satu kandidat venue Piala Dunia U-20 tahun 2021. Nampaknya mendapat sorotan tajam dari kalangan DPRD Jatim.

Anggota Farksi Partai Demokrat DPRD Jatim, Syamwil dengan lugas menyatakan bahwa Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini harusnya mengakhiri polemik soal Stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Pasalnya, jika para pemimpin daerah berseteru dikhawatirkan bisa merembet ke masyarakat sehingga terjadi disharmoni di lingkungan masyarakat.

“Bu Gubernur dan Wali Kota Surabaya harusnya bisa duduk bareng dan fokus pada persiapan Piala Dunia U-20. Sebab moment ini adalah waktu yang tepat untuk menunjukkan Jatim kepada dunia bahwa pelaksanaan Piala Dunia bisa berjalan baik di Indonesia,” ujar politisi asal Gresik saat dikonfirmasi, Selasa (5/11).

Ia juga kurang sependapat jika masalah bau sampah di Stadion GBT Surabaya terus dipersoalkan. Pasalnya, jika hal itu diperuncing bisa mengganggu persiapan pelaksanaan Piala Dunia U-20 menjadi kurang maksimal bahkan bisa terbengkalai hanya lantaran para pemimpin daerah mengedepankan ego masing-masing.

“Indonesia telah dipercaya oleh FIFA sebagai tuan rumah itu bukan hal mudah, termasuk Kota Surabaya sebagai salah satu venue. Nah, polemik antara gubernur dan wali kota Surabaya yang notabene sama-sama perempuan ini semakin tidak baik bagi suhu olahraga di Tanah Air. Mestinya mereka itu bisa bersinergi, ini perhelatan international yang harus dimanfaatkan dengan baik,” harap Syamwil.

Mantan ketua PSSI Kabupaten Gresik ini mengaku bangga jika stadion di Jatim bakal menjadi salah satu venue Piala Dunia U-20. Untuk itu Khofifah dan Risma beserta steakholder terkait lainnya bersinergi, saling melengkapi demi terlaksananya ajang international dengan sebaik-baiknya. “Ajang international ini harus dijaga, jangan sampai event-event berikutnya kita tidak dipercaya. Jadi, Bu Khofifah dan Risma harus duduk bersama, jika serius ingin pelaksanaan Piala Dunia berjalan baik,” tegas politisi asli Pulau Bawean ini. (aca)

Posting Terkait