Ketua Fraksi PKB Jatim Sebut Gus Halim Calon Menteri Pemerhati Gender dan Kaderisasi

44 views
SURABAYA (Suarakawan.com) – Abdul Halim Iskandar adalah salah putra daerah Jawa Timur yang dipanggil Presiden RI Joko Widodo untuk menjadi calon menteri. Cicit dari pendiri Nahdlatul Ulama, KH Bisri Syamsuri ini memiliki banyak prestasi dalam dunia perpolitikan. Kader PKB ini lahir dari keluarga pondok pesantren Manbaul Ma’arif Denanyar Jombang ini telah lama berkecimpungan di politik sejak tahun 1999. Dimana saat itu Gus Halim, sapaan akrab Abdul Halim Iskandar menjabat ketua DPC PKB Jombang.
Meski partai baru kala itu, PKB sempat moncer saat (alm) KH Abdurrahman Wahid menjadi ketua umumnya. PKB  menjadi penguasa Pemilu di Jombang tahun 1999 dan 2004 hingga berhasil mendudukkan Halim menjadi ketua DPRD Jombang. Kredibilitas, dan nasib baik terus mengiringi Gus Halim hingga menjadi ketua DPRD Jatim periode 2014-2019. Mengingat PKB berhasil menjadi pemenang Pemilu di Jatim. Sementara hasil Pemilu 2019, Gus Halim menjadi wakil ketua DPRD Jatim. “Sejak tahun 1999 awal berdirinya PKB hingga saat ini menjadi pimpinan DPRD, dan belum pernah menjadi anggota biasa, langsung menjadi pimpinan DPRD mulai dari pimpinan DPRD Jombang hingga berlanjut sampai saat ini menjadi pimpinan DPRD Jatim,” ujar Ketua Fraksi PKB DPRD Jatim, Anik Maslacha, dikonfirmasi, Rabu (23/10).
Sementara terkait Pilkada, dengan gaya kepemimpinan Gus Halim yang santai dan penuh canda tawa, mampu meningkatkan perolehan kursi kepala daerah  bagi calon yang diusung PKB. Kemenangan bertambah lima Pilkada, dari 11 daerah menjadi 16 kabupaten/kota. “Kemenangan PKB di kabupaten/kota juga meningkat mulai tahun 2014 yakni menjadi 16 daerah. Padahal era sebelumnya hanya kisaran 11 daerah saja,” ujar mantan ketua Komisi C DPRD Jatim.
Selain itu, mantan Kepala SMK Sultan Agung Tebuireng itu juga mampu mengembalikan basic kultur PKB yakni dengan NU. Akibatnya sekarang ini PKB dengan NU sudah tidak ada sekat lagi.  “Kita optimis 5 tahun akan datang PKB akan menjadi pemenang lagi di Jatim baik dari perolehan suara maupun kursi DPRD,” paparnya.
Dalam Pemilihan legislatif, Ketua DPW PKB Jatim itu selalu memperhatikan gender dengan memprioritaskan di nomer atas dalam daftar calon tetap. Hal itu dibuktikan pada Pileg 2014 dari 11 dapil di Jatim ada caleg perempuan yang ditempatkan menjadi nomor 1 di 4 dapil. Begitu juga di Pileg 2019 lalu.  PKB berhasil melampaui target keterwakilan unsur perempuan di DPRD Jatim yakni 44 persen dari 25 kursi yang dimiliki FPKB DPRD Jatim. Perempuan di dewan didominasi dari Fraksi PKB dengan 11 orang.
Selain itu, keberpihakan terhadap kader-kader muda PKB juga luar biasa. Hal ini dikarenakan proses kaderisasi menjadi prioritas dalam distribusi dan penempatan caleg. Rata-rata staf di partai yang masih muda dicalonkan legislatif. “Rata-rata staf partai itu dibawah usia 30 tahun. Tapi ketika sudah diatas 30 dan pengabdiannya sudah cukup, mereka akan dicalonkan dan mendapat backup penuh dari partai sehingga jadi anggota legislatif,” tuturnya.
Pemanggilan Gus Halim sapaan ke istana untuk dimasukkan salam kabinet Jilid II merupakan bagian dari tugas kebangsaan. Kader partai tentunya harus siap dimanapun berada, ketika negara memanggil dan partai membutuhkan. Pemanggilan Kakak kandung Ketum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) itu tentunya berdasarkan kapasitas bukan hal yang lain. Meski demikian, presiden tidak akan menjadikan Gus Halim calon pembantunya, jika kapasitasnya tidak memenuhi syarat. “Saya yakin Pak Presiden juga tidak mengiyakan yang namanya usulan, sebab penentuan itu menjadi hak prerogatif presiden. Meskipun kakak kandung Cak Imin,” pungkasnya. (aca)

Posting Terkait