Kekeringan di Ponorogo, 10 Kecamatan Krisis Air Bersih

Ponorogo (Suarakawan.com) – Bencana kekeringan yang memicu krisis air bersih terus meluas di Kabupaten Ponorogo. Hingga kini sudah ada 10 kecamatan yang mengalami krisis air bersih.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo, Setyo Budiono mengatakan, dari 10 kecamatan itu terdapat 20 desa yang warganya mengalami krisis air bersih.

Budi mengatakan, 10 kecamatan yang mengalami krisis air bersih akibat terdampak kekeringan yakni Kecamatan Slahung, Mlarak, Sampung, Pulung, Badegan, Balong, Bungkal, Sawoo, Jenangan dan Kauman.

Menurut Budi, sebelum bencana kekeringan, warga mengandalkan sumur untuk mendapatkan air bersih. Namun semenjak bencana kekeringan melanda lima bulan terakhir, sumber air di sumur mengering.

“Kalaupun ada airnya hanya sedikit sekali. Jadi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari,” kata Budi, Selasa (6/11/2018).

Budi merinci, 20 desa di 10 kecamatan di Ponorogo yang warganya mengalami krisis air bersih yakni Kecamatan Slahung terdiri Desa Duri, Tugurejo, Kambeng, Slahung, Caluk, Ngilo-Ilo. Selanjutnya satu desa di Kecamatan Mlarak, Desa Suren, satu desa di kecamatan Sampung, Desa Tulung, satu desa di Kecamatan Pulung, Desa Karangpatihan dan satu desa di Kecamatan Badegan yakni di Desa Dayakan.

Tak hanya itu, Budi mengungkapkan jika kekeringan juga melanda tiga desa di Kecamatan Balong yakni, Desa Ngendut, Desa Pandak, Desa Karangpatihan. Selanjutnya juga melanda dua desa di Kecamatan Bungkal yakni Desa Pelem dan Desa Munggu dan satu desa di Kecamatan Kauman yakni Desa Gabel.

“Untuk Kecamatan Sawoo, desa yang mengalami krisis air bersih di Desa Tumpuk, Desa Sawoo dan Desa Prayangan. Sedangkan desa yang mengalami krisis bersih Kecamatan Jenangan yakni Desa Mrican,” kata Budi.

Budi menjelaskan, jumlah kepala keluarga yang terdata mengalami kekurangan air bersih mencapai 1.962 KK. Sedangkan jumlah jiwanya mencapai 6.775 orang. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo mengirim mobil tangki berisi air bersih seminggu dua kali.

Saat pengedropan air bersih, selain mengisi jerigen warga, tim BPBD Ponorogo juga mengisi tandon umum di 68 titik. Ia menambahkan bila hujan tidak segera tiba diperkirakan krisis air bersih akan terus meluas ke berbagai wilayah di Kabupaten Ponorogo.(kcm/ziz)