Kecelakaan Mudik 2018 Turun 25 Persen

Tidak ada komentar 148 views

JAKARTA (suarakawan.com) – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat arus mudik hingga H-2 lebaran terjadi penurunan jumlah kecelakaan lalu lintas sebesar 25 persen dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama.

Tahun ini terdapat 899 kejadian kecelakaan lalu lintas atau menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu, 1.212 kejadian kecelakaan.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menilai penurunan jumlah kecelakaan bermotor pada musim mudik tahun ini salah satunya disebabkan oleh turunnya jumlah pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua atau motor.

Berdasarkan pantauan penggunaan jalan non tol, volume motor merosot 47 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara, pengguna kendaraan pribadi roda empat di jalan non tol mengalami penurunan sebesar 33 persen.

Informasi data non tol tersebut berasal dari Traffic Counting yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat di beberapa titik yaitu Merak, Rancaekek, Sadang, dan Balonggandu.

“Jumlah (pengguna) motor berbanding lurus dengan kecelakaan lalu lintas, (pengguna) motornya turun kecelakaan lalu lintas juga turun,” ujar Budi.

Turunnya penggunaan motor, lanjut Budi, tak lepas dari imbauan pemerintah kepada masyarakat untuk tidak mudik menggunakan kendaraan roda dua. Di saat bersamaan, pemerintah juga menyediakan angkutan mudik alternatif dan mudik gratis bagi pengguna motor.

“Kami sediakan kapal, truk, kereta api. Tahun depan, bus kami akan naikkan tiga kali lipat, kalau kapal mau dinaikkan tiga kali lipat tergantung eligibilitas,” ujarnya.

Dalam keterangan resmi terpisah, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi menuturkan akumulasi jumlah pemudik dari Jakarta yang menggunakan kendaraan pribadi dan melalui tol Cikarang Utama, Cikupa, Ciawi, Cipularang- Cileunyi, dan Palimanan hingga H-2 mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu.

“Penurunan arus kendaraan mudik menggunakan kendaraan pribadi ini karena ada perpanjangan waktu cuti bersama sehingga pemudik dapat memilih waktu perjalanan,” ujar Budi.

Penurunan jumlah kendaraan terbesar terpantau terjadi di Gerbang Tol Cikupa dari Jakarta ke arah Merak yaitu sebesar 16,59 persen yaitu dari 322.157 kendaraan pada 2017 menjadi 268.719 kendaraan.

Sementara, tol Cipularang-Cileunyi arah Cileunyi terpantau turun sebanyak 13,53 persen dari 262.626 menjadi 227.092 kendaraan. Selanjutnya, Jakarta ke arah Cikampek pada Gerbang Tol Cikarang Utama mengalami penurunan 9,19 persen dari 681.759 menjadi 619.129 kendaraan, Gerbang Tol Ciawi dari Jakarta ke arah Bogor turun 6,40 persen dari 207.128 menjadi 193.863 kendaraan, serta ke arah Palimanan turun 0,20 persen dari 333.177 menjadi 332.517 kendaraan. (cnn/rur)