Kecelakaan di Banyuwangi, Bus Bali Radiance Hantam Bus Titian Mas, 3 Tewas, 12 Luka

Banyuwangi (Suarakawan.com) – Kecelakaan fatal yang melibatkan 2 busa terjadi di jalur Pantura, tepatnya di Jalan Raya Situbondo, Kapuran, Ketapang, Banyuwangi, Kamis (27/12/2018) dini hari. Kecelakaan ini membuat 3 penumpang tewas dan melumpuhkan jalur Pantura.

Kecelakaan bermula saat Bus Bali Radiance bernopol DK 9238 FC jurusan Surabaya-Denpasar menyalip truk menggunakan jalur kanan. Sementara dari arah Banyuwangi meluncur Bus Titian Mas jurusan Denpasar-Surabaya bernopol EA 7304 A. Sopir Bus Bali Radiance membanting setir ke kanan, namun karena jarak terlalu dekat, bagian depan bus membentur bagian belakang Bus Titian Mas. Tumbukan tak dapat dihindarkan.

“Selain menabrak bagian belakang Titian Mas, Bali Radiance juga menabrak pohon di tepi jalan, sementara Titian Mas terguling dan menutup akses jalan,” kata Kapolres Banyuwangi, AKBP Taufik Herdiansah Zeinardi di lokasi kejadian.

Akibat kecelakan ini, jalur Pantura yang menghubungkan Situbondo dan Pelabuhan Ketapang Macet total karena bodi bus menutup jalan.

“Kita fokus evakuasi karena ada beberapa korban yang terjepit. Data sementara ada tiga korban yang meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara yang luka langsung dibawa ke RSUD Blambangan. Setelah itu kita evakuasi bodi bus karena menutup jalan,” kata Taufik.

Jalur Pantura yang menghubungkan Kabupaten Situbondo dan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, macet total sejak Kamis tengah malam. Bukan hanya kendaraan roda empat, kendaraan roda dua pun ikut tertahan tidak bisa melintas. Kemacetan terjadi karena bodi bus Titian Mas terguling dan melintang di tengah jalan dekat Pantai Watudodol, sementara bus Bali Radiance bagian depannya ringsek setelah menabrak bagian belakang bus Titian Mas dan pohon di tepi jalan.

Polisi dan Basarnas Banyuwangi membutuhkan beberapa beberapa jam untuk mengevakuasi tubuh korban yang terjepit kendaraan. Total ada tiga korban yang meninggal di lokasi. Satu orang penumpang bus Bali Radiance dan dua penumpang bus Titian Mas. Mereka adalah Thephik Hie (70), warga Desa Padang Sambiyan, Denpasar Barat; Marwi (41), warga Dusun Dowo, Desa Baleng, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro dan; Ahmad Nizar Zulmi (23), warga Dusun Ngingi, Desa Bareng, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro.
“Yang meninggal satu penumpang Bali Radiance atas nama Thephik Hie, dia duduk di belakang sopir bus dengan suaminya. Sekarang kondisi suaminya luka berat,” kata Taufik.

Sementara dua orang lainnya yang meninggal adalah penumpang bus Titian Mas yang duduk di belakang dekat toilet, yaitu Marwi dan Ahmad Nizar dari Bojonegoro. Selain 3 orang meninggal dunia, total ada 3 penumpang yang luka berat dan 9 penumpang luka ringan. Semua korban dibawa ke RSUD Blambangan.

“Kita masih meminta keterangan sopir bus Bali Radiance yang selamat, sedangkan sopir bus Titian Mas masih dirawat,” jelas Taufik.

Proses pengangkatan badan bus membutuhkan waktu sekitar 4,5 jam. Sekitar pukul 04.30 WIB, petugas berhasil menarik bodi bus yang melintang di tengah jalan. Kapolres Banyuwangi menjelaskan, pihaknya lebih mendahulukan kendaraan dari arah Situbondo karena penumpukan kendaraan lebih banyak dibandingkan dari arah kota Banyuwangi.

“Kalau dari utara tidak ada jalan alternatif, tapi kalau kendaraan dari Pelabuhan Ketapang diarahkan ke jalur Jember agar penumpukan kendaraan tidak terlalu banyak karena sementara kita berlakukan satu jalur buka tutup,” jelas Kapolres.

Ia menjelaskan, penumpukan kendaraan terjadi karena bertepatan dengan musim liburan baik arah ke Bali ataupun Banyuwangi.
“Tidak sampai siang kita pastikan jalur sudah aman dan bisa normal dilalui kendaraan. Kita terus koordinasi dengan pelabuhan Ketapang,” pungkasnya.(kcm/ziz)

Kecelakaan

Related Post