Kebakaran di Tomang Utara Jakarta Ludeskan 250 Rumah Warga

Jakarta (Suarakawan.com) – Kebakaran hebat melanda pemukiman warga di kawasan Tomang Utara, Jakarta, Senin (21/1/2019). Sedikitnya 163 petugas dari Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Barat dikerahkan untuk menjinakkan kobaran api.

“Api masih menyala,” kata Kepala Seksi Operasi Sudin Damkar Jakarta Barat, Rompies Romlih.

Rompies mengatakan, dugaan sementara kebakaran tersebut disebabkan hubungan listrik arus pendek (korsleting).

Berdasarkan informasi dari command center Jakarta Barat, kebakaran tersebut melanda rumah warga di Jalan Tomang Utara RT01/10 terjadi sekitar pukul 02.59 WIB.

Petugas Pemadam Kebakaran mengerahkan 26 unit kendaraan untuk memadamkan lalapan si jago merah itu.

Api melahap sedikitnya 250 rumah warga.

“Kurang lebih 250 rumah terbakar. Rumahnya kecil-kecil, permukiman padat,” kata Rompis.

Rompis mengatakan, api bisa dipadamkan setelah 4 jam ditangani petugas pemadam kebakaran. Tiga RW terdampak akibat kebakaran tersebut.

“RW 11, RW 14 dan RW 15. Kalau di RW 11 ada 20 rumah, di RW 14 terdampak 200 rumah dan RW 15 ada 30 rumah.
Jadi total sekitar 250 rumah,” lanjut dia.

Dia melanjutkan, titik api berasal dari salah satu rumah di RW 15 RT 02. Diduga api berasal dari kompor warga yang sedang memasak.

“Ibu Tum yang sedang memasak karena usaha dagang. Mungkin selang kompornya bocor,” kata Rompis.

Tidak ada korban jiwa akibat kebakaran itu. Namun, 1.190 orang harus mengungsi karena tempat tinggal mereka tidak bisa ditempati.

“Total KK dan korban yang terbanyak sebanyak, 289 KK, dan 1.190 jiwa,” ucap Rompis.

Sementara itu, Kasi Pemerintahan Kelurahan Tomang, Zaenal Fanani menambahkan ada 1.251 jiwa yang terdampak akibat kebakaran ini. Posko untuk korban terdampak sudah disediakan.

“Jumlah KK 185, berarti ada sekitar 1.251 jiwa. Posko pengungsian RW 11 di Masjid Jami An-Nur. Di RW 15 ada di Musala Al-Mu’minin dan RW 14 ada di lapangan Badminton RT 06,” jelas Zaenal.

(ara/ziz)