Kebakaran di Bima, 22 Rumah Panggung Rata dengan Tanah

148 views

Ilustrasi

Bima (Suarakawan.com) – Kebakaran hebat melanda pemukiman Desa Renda, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Api meluluhlantakkan sedikitnya 22 rumah panggung yang terbuat dari kayu hingga rata dengan tanah. Api pertama kali diketahui menyala pukul 22.00 Wita hingga pukul 04.00 Wita, Selasa (19/2/2019).

“Hasil pendataan sementara rumah yang terbakar sekitar 22 unit. Data bisa berubah karena kami masih melakukan pendataan secara detail pagi ini,” kata Koordinator Lapangan Umum Pemadam Kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, Dody Suhraman.

Ia mengatakan tidak ada laporan korban jiwa dalam kebakaran hebat tersebut. Namun ada informasi yang beredar di masyarakat bahwa ada seorang anak yang hilang dan masih dalam pencarian.

“Itu katanya warga. Tapi kami belum dapat informasi detail dan akan mengecek kebenaran informasi tersebut,” ujarnya.

Ia mengatakan kobaran api berhasil dipadamkan secara total pada pukul 04.00 Wita, namun asap tebal masih mengepul di lokasi kejadian.

Sebanyak dua mobil pemadam kebakaran milik BPBD Kabupaten Bima dan dua mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kota Bima dengan para personel dikerahkan untuk melakukan pemadaman api.

Satu mobil tangki milik kepolisian juga dikerahkan untuk membantu warga setempat memadamkan api.

“Hingga subuh tadi, petugas masih siaga di lokasi kejadian untuk memastikan api tidak muncul lagi karena asap tebal masih mengepul,” ucap Dody.

Mengenai penyebab kebakaran, Dody belum bisa memastikan secara pasti, namun informasi yang beredar di masyarakat bahwa kebakaran tersebut disebabkan korsleting listrik di televisi yang langsung menyambar gas elpiji ukuran tiga kilogram di salah satu rumah panggung yang terbakar.

Informasi dari warga juga menyebutkan bahwa terdengar suara ledakan sehingga terjadi kebakaran hebat. Kobaran api begitu mudah merembet ke rumah panggung lainnya yang sebagian besar berbahan kayu.

Sebagian dari puluhan rumah yang terbakar tersebut ditinggali oleh pemiliknya untuk bertani bawang di Kabupaten Sumbawa. Ada juga pemiliknya yang tinggal saat kejadian kebakaran.

“Para pemilik rumah yang berladang di Kabupaten Sumbawa sudah diinformasikan kalau rumahnya terbakar. Kami juga sedang melakukan pendataan secara detail jumlah kepala keluarga terdampak dalam bencana kebakaran tersebut,” kata Dody.(dtc/ziz)

kebakaran

Posting Terkait