Kapolsek Pimpin Apel Bersama di SMK Negeri 1 Suruh

25 views

Polres Trenggalek – Guna untuk mencegah aksi provokasi ajakan demo terhadap para pelajar baik itu pelajar SMA maupun SMK utamanya yang ada diwilayah Kecamatan Suruh, pada pagi ini Kapolsek Suruh Polres Trenggalek AKP Wardjito bersama dengan Kanit Binmas Ipda Sukono serta Bhabinkamtibmas Desa Suruh Bripka Ferry Eko dan tiga anggota Posramil Suruh mengadakan sambang ke SMK Negeri 1 Suruh untuk melaksanakan Apel bersama. Senin (30/9)

Dalam kesempatan apel bersama tersebut Kapolsek Suruh Polres Trenggalek AKP Wardjito yang mewakili Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvin S menyampaikan bahwa sebenarnya pada hari ini semestinya dilaksanakan upacara bendera seperti biasa, tetapi karena bendera sudah dikibarkan setengah tiang, maka pelaksanaan upacara kali ini diganti dengan Apel Bersama dan disini kami akan menyampaikan Surat Edaran dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2019 tentang Pencegahan Keterlibatan Peserta Didik dalam Aksi Unjuk Rasa yang Berpotensi terhadap terjadinya kekerasan, dan surat edaran yang ditandatangani pada tanggal 27 September 2019 itu memuat tentang larangan pelibatan peserta didik dalam kegiatan unjuk rasa yang berpotensi pada tindakan kekerasan, kekacauan, dan perusakan.

“Tugas pelajar adalah belajar untuk masa depan, bukan melakukan demo, apalagi hari ini adalah hari efektif sekolah sehigga harusnya para siswa dan siswi mengikuti proses pembelajaran di dalam kelas, bukan turun ke jalan dimana aksi turun ke jalan telah meresahkan masyarakat dan berpotensi mengganggu kepentingan masyarakat yang lebih luas serta sangat rawan terjadinya keributan dan bentrokan yang berakibat pada keselamatan masyarakat umum dan pelajar pada khususnya,” kata AKP Wardjito.

Lebih lanjut orang nomor satu di Polsek Suruh Polres Trenggalek tersebut menjelaskan bahwa karena hari ini adalah hari efektif, maka kepala sekolah dan guru berkewajiban untuk memantau, mengawasi serta menjaga keamanan dan keselamatan murid muridnya di dalam lingkungan sekolah maupun di luar sekolah serta para siswa hendaknya tidak mudah terpengaruh dan terprovokasi oleh adanya berita beruta yang tidak dapat dipertanggung jawabkan atau berita yang menyesatkan, dan berkaitan dengan terjadinya unjuk rasa di jakarta banyak yg menyalahkan Polri, yaitu Polri melaksanakan tindakan pemukulan. Mari kita sejenak renungkan dan berfikir secara bersih dan wajar bahwa tidak ada asap kalau tidak ada api, Polisi berada dilokasi unjuk rasa bukan sebagai pendukung dari siapa siapa tetapi menjalankan tupoksinya sebagai petugas keamanan yang harus mengamankan obyek dan massa dan kenapa sampai memukul, tentu ada sebabnya, Polisi bukan memusui massa pendemo.

“Yang terakhir kami sampaikan dihadapan para pelajar tentang Parkir kendaraan siswa, bahwasannya di dalam lingkungan sekolah sudah disiapkan tempat larkir, oleh sebab itu seluruh siswa harus memarkir kendaraannya di tempat parkir di dalam lingkungan sekolah, hal ini demi keamanan kendaraan dari para siswa serta mulai besok apabila masih parkir di rumah rumah penduduk, maka akan diambil tindakan oleh pihak sekolah yang bekerja sama dengan pihak RT dan juga Polsek Suruh Polres Trenggalek serta Posramil Suruh,” tutup AKP Wardjito

Kapolsek Suruh Polres Trenggalek AKP Wardjito yang mewakili Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvin S mengatakan, bahwa Jajaran Polsek Suruh secara rutin melaksanakan giat sambang sekolah, dengan maksud untuk menyampaikan pesan Kamtimas baik kepada adik-adik pelajar maupun kepada pihak guru agar bersama sama menjaga kondusifitas Kamtibmas dan juga meminta agar tidak mudah terprovokasi dengan hal hal yang dapat merugikan diri sendiri, orang tua maupun keluarga.

“Kami menyampaikan pesan Kamtibmas tentang maraknya aksi anak-anak Sekolah, terutama pelajar (siswa dan siswi) SLTA yang ikut ikutan melakukan aksi damai yang berakhir ricuh di Jakarta beberapa hari lalu,” kata AKP Wardjito

Kapolsek Suruh AKP Wardjito berharap, agar para seluruh siswa dan siswi yang ada di wilayah Kecamatan Suruh, agar tidak terprovokasi dan mengikuti ajakan aksi demo baik di Kabupaten Trenggalek maupun aksi demo di Jakarta.

“Kami berharap, dengan adanya bimbingan dan penyuluhan serta pesan Kamtibmas dari Kepolisian, adik adik pelajar khususnya yang dari wilayah Kecamatan Suruh tidak terprovokasi oleh ajakan-ajakan tersebut, terutama pengaruh dari informasi di media sosial,” ujarnya.

“Kami juga mengimbau kepada seluruh orang tua, guru dan pihak sekolah, agar secara bersama-sama memberikan nasihat dan bimbingan kepada anak-anaknya agar tidak mudah terpengaruh dengan ajakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” pungkas Kapolsek Suruh AKP Wardjito.

Polres Trenggalek

Posting Terkait