SuaraKawan.com
Mojokerto

Kapolresta Mojokerto “Tidak Ada Celah Bagi Pelaku Human Trafficking di Bumi Kota Mojokerto”

Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriadi mengatakan, jadi pelaku menjual istrinya melalui Twitter untuk berhubungan badan dengan orang lain dengan tarif Rp.1.500.000. Jadi pada tanggal 19 Maret itu, petugas Sat Reskrim mendapat laporan masyarakat perihal adanya seorang pelaku dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) berupa seorang suami yang menjual istrinya untuk berhubungan badan dengan pria lain.

“Kemudian pada pukul 16.15 Wib petugas Sat Reskrim Polres Mojokerto Kota melakukan penggrebekan dan penangkapan terhadap pelaku dan istrinya serta pria hidung belang di sebuah hotel di Kota Mojokerto dan ditemukan seorang pelaku dan istrinya serta pria hidung belang dalam keadaan telanjang badan setelah melakukan hubungan intim kemudian pelaku dan barang bukti di bawa ke Polres Mojokerto Kota guna dilakukan penyidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, pasal yang dipersangkakan pada tersangka FN yang merupakan suami dari korban adalah Pasal 2 ayat (1) UU RI No 21 Tahun 2007 dengan pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun.

“Dan pidana denda paling sedikit Rp120.000.000,00 (seratus dua puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah),” tutupnya. Sementara itu, tersangka FN mengatakan, saya melakukan hal ini karena dikeluarkan dari pekerjaan. Saya kekurangan ekonomi, terus saya punya sangkutan hutang juga 5 juta.

“Saya telah melakukan hal ini sebanyak 3 kali. Saya telah menikah dengan istri saya selama 16 tahun. Saya biasanya menawarkan istri saya melalui media twitter, jika ada yang tertarik biasanya langsung DM dan janjian untuk bertemu,” jelasnya.

Related posts

Pimpin Rapat Forkopimda Jayapura, Kapolri Tekankan Kesiapan PON dan Penanganan Covid-19

Redaksi Mojokerto

Bem Sebut Aksinya Damai dan Aspirasi Tersampaikan dengan Baik

Redaksi Mojokerto

Jaga Kebhinekaan, Kapolda Jatim Silaturahmi dengan Tokoh Agama di Ponpes Suniyyah Salafiyah Pasuruan

Redaksi Mojokerto