Kadernya Terjerat OTT KPK, Begini Reaksi Demokrat

Tidak ada komentar 97 views

JAKARTA (suarakawan.com) – Partai Demokrat menyampaikan terima kasih kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang telah menangkap kadernya yang diduga terlibat kasus korupsi. Partai Demokrat akan tetap mendukung KPK dalam melakukan tindakan pemberantasan korupsi.

Sebagaimana diberitakan, Tim Satgas KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap 9 (sembilan) orang di Jakarta pada Jumat (4/5) malam. Salah satunya adalah Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat yaitu Amin Santoso.

KPK pun menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka atas tuduhan menerima suap, hadiah atau janji dalam pengurusan Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2018.

“Maka atas penetapan tersangka tersebut, Partai Demokrat mengucapkan terima kasih kepada KPK yang turut membersihkan bangsa ini dari para pelaku korupsi dan juga membersihkan Partai Demokrat dari kader kader yang korupsi,” ujar Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan melalui keterangan tertulis, Sabtu (5/5) malam.

Partai Demokrat, kata Hinca akan mendukung KPK dalam menegakkan hukum dan memberantas korupsi di semua lini termasuk di partai politik. Kemudian, tutur dia, sebagai bentuk dukungan kepada KPK, dan tanggung jawab moril Partai Demokrat yang tidak memberikan ruang sedikitpun di dalam partai Demokrat bagi koruptor, maka Amin Santoso diberbentikan.

“Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat memutuskan memberhentikan dengan tidak hormat Sdr AS dari Partai Demokrat dan memberhentikan dari keanggotaan di DPR. Semua administrasi yang terkait pemberhentian tersebut akan di proses segera dan pada kesempatan pertama,” ungkap dia.

Sekali lagi, lanjut Hinca, Partai Demokrat mengucapkan terima kasih kepada KPK karena turut membersihkan Demokrat dari para koruptor. Pihaknya, kata dia juga meminta maaf kepada masyarakat atas peristiwa tersebut.

“Demokrat akan konsisten mendukung pemberantasan korupsi dan tidak akan menoleransi perilaku koruptif,” pungkas dia.

KPK telah menetapkan 4 orang tersangka dari kasus OTT yang melibatkan Amin Santoso. Selain Amin, KPK juga menetapkan Eka Kamaluddin (EEK) sebagai pihak swasta dan Yaya Purnomo (YP) sebagai Kasie Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman Ditjen Perimbangan Keuangan, Kementerian Keuangan.

KPK juga menetapkan tersangka Ahmad Ghiast (AG) sebagai pihak yang diduga sebagai pemberi suap.

KPK mengamankan uang tunai Rp 400 juta dan bukti transfer uang sebesar Rp 100 juta dan dokumen proposal sebagai barang bukti dalam OTT tersebut.

Amin disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a dan Pasal 12 huruf b, atau Pasal 11 dalam Undang-Undang No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang sebagaimana telah diubah Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1. (bs/rur)