Jalur Utara Padang-Bukittinggi Putus Total Akibat Ambruknya Jembatan Batang Kalu

Padang (Suarakawan.com) – Jalur utara penghubung Padang-Bukittinggi, Sumatera Barat dan sebaliknya putus total akibat ambruknya Jembatan Batang Kalu di Korong Pasa, Usang Nagari, Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, tadi malam. Putusnya jembatan ini mengakibatkan jalan utama Padang Bukittinggi tidak bisa dilewati kendaraan bermotor, baik roda 2 maupun roda empat.

Tak hanya jembatan putus, beberapa titik wilayah juga mengalami longsor akibat gerusan air hujan deras yang melanda wilayah tersebut. Longsor terjadi di Bukit Tambun Tulang Malibou Anak Nagari Guguk Kecamatan Kayu Tanam. Longsor mengakibatkan tanah dan pohon jatuh ke badan jalan. Hal ini menyebabkan jalan raya Padang-Bukittingi tidak bisa dilewati kendaraan bermotor.

Longsor juga terjadi di dekat pondok pergedel yang mengakibatkan tertimbunya badan jalan dan pohon tumbang. Hingga saat ini, Selasa (11/12/2018), belum dilaporkan adanya korban jiwa dan materi dalam bencana ini.

Putusnya jalur utama Padang-Bukittinggi itu menyebabkan akses dari Padang menuju Bukittinggi maupun ke Pekanbaru, Riau, pun menjadi terganggu. Akses Padang-Bukittingi-Pekanbaru kini ditempuh melalui Sitinjau Laui-Solok-Bukittingi atau berputar dengan jarak tempuh bertambah belasan kilometer.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang Pariaman, Andri mengatakan, ditutupnya Jalur Utama Padang-Pekanbaru disebabkan oleh Jembatan Kalu Korong Pasa Usang, yang lokasinya berjarak sekitar 1 kilometer dari jembatan Pinyaram putus.

“Jembatan yang putus bukan Jembatan Pinyaram, tapi Jembatan Kalu di Korong Pasa Usang, Nagari Malalak, Kecamatan 2 Kali IX Kayu Tanam. Kalau dari Padang, lokasinya sebelum Pasar Kayu Tanam,” kata Andri.

Namun begitu, Jalur Utama Padang-Pekanbaru memang tidak bisa dilalui, karena Jembatan Kalu berada di Jalur Utama Padang-Pekanbaru.

“Polisi dari Polres Padang Pariaman sudah menutup arus lalu lintas di Simpang Sicincin, dan kendaraan yang menuju Padang Panjang atau ke Bukittinggi dan Pekanbaru, telah dialihkan ke jalur alternatif Malalak,” ujarnya.

Terkait air terjun Lembah Anai yang sempat meluap hingga ke badan jalan, sebut Andri, saat ini kondisi airnya sudah surut.

Kendaraan dari Padang Panjang yang sempat terjebak macet juga sudah balik arah ke Bukittinggi.

“Begitu juga dengan kendaraan yang datang dari arah Sicincin menuju Padang Panjang, juga balik arah dan melanjutkan perjalanan melalui jalur Malalak,” bebernya.

Selain putusnya jembatan Kalu dan meluapnya air terjun Batang Anai, Andri juga mengatakan bahwa beberapa daerah di Padang Pariaman juga dilanda banjir bandang yang disebabkan hujan deras yang terjadi sejak kemarin siang.(trb/ziz)

jembatan ambruk

Related Post