Ini Sejarah Tol Trans Jawa, Dimulai Soeharto Dirampungkan Jokowi

Surabaya (Suarakawan.com) – Arus mudik Lebaran 2019 terbilang relatif lancar. Selain waktu tempuh perjalanan yang lebih cepat juga tercatat lebih lancar. Angka kecelakaan juga tercatat menurun signifikan. Yup, fakta ini tak lepas dari “peran” Tol Trans Jawa.

Inilah sejarah panjang tol trans Jawa yang dirangkum SuaraKawan.com dari berbagai sumber :

Pembangunan tol Trans Jawa sendiri sudah dimulai sejak lama. Dalam kurun waktu 1978 hingga 2004 ada 242 km jalan tol Trans Jawa yang dibuka, sedangkan kurun waktu 2005 hingga 2014 ada 75 km tol Trans Jawa yang rampung.

Berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, tol-tol Trans Jawa yang diresmikan di antaranya Jakarta-Tangerang (33 km) pada November 1984, Surabaya-Gempol (49 km) Juli 1986 dan Jakarta-Cikampek (83 km) pada September 1988.

Kemudian tol Tangerang-Merak (73 km) pada Juli 1992, serta Palimanan-Plumbon-Kanci (26,3 km) Januari 1998.

Ruas-ruas tol Trans Jawa selanjutnya yang dibuka baru ada pada tahun 2010. Selama tahun 1998 hingga 2010, ruas-ruas tol baru yang dibuka lebih banyak di luar Jawa, Jabodetabek dan non Trans Jawa.

Ruas Trans Jawa baru yang dibuka di antaranya Kanci-Pejagan (35 km) pada Januari 2010, Surabaya-Mojokerto seksi 1A (1,89 km) Agustus 2011, Semarang-Solo seksi I (11 km) November 2011, Semarang-Solo seksi II (11,95 km) April 2014 dan Kertosono-Mojokerto seksi I (14,41 km) pada Oktober 2014.

Dan sepanjang 2015 hingga 2018, tol-tol pelengkap Trans Jawa mulai diselesaikan. Mulai dari Cikopo-Palimanan, Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang, Batang-Semarang, Semarang-Solo, Solo-Ngawi, Ngawi-Kertosono, Kertosono-Mojokerto, Surabaya-Mojokerto dan Gempol-Pasuruan. Tahun depan, satu ruas lagi tengah dikebut penyelesaiannya, yakni dari Probolinggo menuju Banyuwangi. (gus)