Impor Tong Sampah dari Jerman, Ini Alasan Pemprov DKI

JAKARTA (suarakawan.com) – Pengadaan tong sampah di Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menjadi buah bibir. Pasalnya, pengadaan tong sampah bernilai fantastis, yakni Rp9,56 miliar.

Tong sampah bernilai mahal lantaran diimpor langsung dari Jerman. Pembelinya pun menggunakan dollar dengan harga satuan 253,62 USD atau sekitar Rp3,59 juta per unit.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Aji mengatakan tong sampah tersebut untuk memodernisasi proses pengumpulan sampah. Kebijakan tersebut untuk menyejajarkan Jakarta dengan kota maju lainnya di dunia.

Lagi pula, lanjut dia, harga tong sampah dengan kapasitas 660 liter itu termasuk murah. Kualitasnya pun diklaim bagus.

“LKPP kan udah ngerti kualitasnya dan lagi pula tong sampah ini sudah standar Eropa,” kata Isnawa saat dihubungi, Senin 4 Mei 2018.

Isnawa mengatakan harga tersebut jauh lebih murah dibandingkan dengan harga di toko online dan toko perabotan lainnya. Ia mengatakan, di sana harga satu tong sampah dijual seharga Rp4,4 juta per unit.

“Dan itu buatan Tiongkok yang enggak bersertifikasi. Kalau yang ini sudah bisa dijamin. Kualitasnya beda. Sekarang kalau kita beli truk tapi enggak beli dustbin kan lucu,” ungkapnya.

Sementara, Indonesia tak memiliki tong sampah buatan sendiri. Bila ada, lanjut dia, Pemprov pasti akan membelinya.

“Kalau ada di dalam negeri pasti kita pakai dalam negeri. Jadi di LKPP tinggal dua, yang buatan Tiongkok sama buatan Jerman,” tutur dia.

PT Groen Indonesia merupakan perusahaan yang memenangi tender pengadaan tong sampah. Dia harus menyediakan 2.640 unit tong sampah.

“Groen ini sejak 2013 sudah pengadaan dustbin di Surabaya. Jadi memang dia bergerak di bidang itu,” pungkas Isnawa.
(kc/rur)