Hari Kesaktian Pancasila, Anwar Sadad Ingatkan Ancaman Ideologi Transnasional

52 views

SURABAYA (Suarakawan.com) – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Anwar Sadad menyampaikan pesan kepada masyarakat di Jatim terkait peringatan hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada 1 Oktober 2019 ini.

Dalam peringatan Hari kesaktian Pancasila tahun 2019, Wakil Ketua DPRD Jatim Anwar Sadad yang didampingi oleh Ketua DPRD Jatim, Kusnadi yang juga hadir dalam upacara peringatan hari kesaktian pancasila yang dilaksanakan digedung negara Grahadi.

Berikut pesan DPRD Jatim di peringatan hari Kesaktian Pancasila yaitu, Pertama Tantangan bangsa kita hari-hari ini bukan hanya komunisme, tapi juga faham dan praktik neoliberalisme, serta ideologi transnasional.

Kedua, Pelajaran yang bisa dipetik dari peringatan Hari Kesaktian Pancasila bahwa kita adalah bangsa yang tangguh dan kokoh menghadapi rongrongan baik gerakan maupun faham yang berusaha menghancurkan kebangsaan kita. Ketiga Spirit sebagai bangsa yang tangguh harus ditanamkan kepada para generasi muda dan kaum milenial. Mengapa? Karena mereka hidup di zaman yang jauh jaraknya dengan peristiwa pemberontakan komunis di tahun 1965.

Keempat Di era modern ancaman terhadap kebangsaan kita lebih bervariasi lagi, di mana salah satu penyebabnya adalah globalisasi di semua sektor kehidupan kita. Kelima Neoliberalisme tak kalah jahatnya. Praktik ekonomi yang kapitalistik dengan menyedot habis kekayaan alam bangsa kita, meninggalkan luka ketidakadilan yang dalam.

Keenam Ketidakadilan adalah bahaya laten yang telah terbukti meruntuhkan bangsa-bangsa besar di dunia. Di era modern ketidakadilan juga memporak-porandakan bangsa-bangsa di Eropa Timur. Ketujuh Neoliberalisme bertentangan dengan Pasal 33 UUD Negara RI Tahun 1945.

Kedelapan. Ancaman rongrongan terhadap kebangsaan kita juga berasal dari ideologi trans-nasional yang diimpor dari asing. Ideologi yang diintrodusir kepada bangsa kita tanpa melalui melalui proses akulturasi yang panjang. Para penganjur ideologi itu tidak memiliki akar kesejarahan, tidak ada garis genealogi, dan tidak ber-DNA keindonesiaan.

kesembilan. Praktik dan faham seperti itu potensial sebagai ancaman pada kebangsaan kita. Sepuluh. Hari Kesaktian Pancasila adalah bentuk kesadaran bahwa bangsa kita bangsa yang tangguh dan kokoh. (aca)

Posting Terkait