Harga Beras Melonjak, Pemerintah Geber Operasi Pasar

Tidak ada komentar 192 views

Jakarta (Suarakawan.com) – Memasuki pergantian tahun 2018 ke 2019 harga bahan pangan melonjak. Salah satunya beras. Pemerintah pun turun tangan melakukan penyetabilan harga dengan menggeber operasi pasar.

Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution mengakui, harga beras di pasaran memang naik. Namun kata dia, kenaikan harga beras jelang akhir tahun ini hanya 0,4 persen atau Rp 45 rupiah per kg untuk beras medium, dan 0,04 persen untuk per kg untuk beras premium.

Darmin pun mengaku jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meminta agar operasi pasar ditingkatkan.

“Presiden bilang, ‘naikkan deh (operasi pasar) supaya harganya balik lagi, ke harga sebelumnya’,” kata Darmin, tadi malam.

Saat ini Bulog menggelontorkan 2.500 ton beras per hari ke pasar untuk operasi pasar. Namun jumlah itu akan ditingkatkan ke kisaran 4.000-5.000 ton per hari untuk menurunkan harga.

Dari sisi stok, Darmin memastikan beras Bulog sangat mencukupi sehingga tak ada persoalan ketersediaan beras. Justru kata dia, persoalan bukan pada stok namun pada selera.

“Masyarakat punya preferensi maunya merek ini, merek itu. Bulog punya merek, mereknya KITA. KITA jualnya itu medium. Bagaimana penetrasi ke situ itu tidak mudah. Yang kedua, pedagang retailnya kita itu jangan dikira ambil untungnya sedikit,” kata Darmin.

“Kalau dijual supaya dia ambil untungnya itu Rp 300 per kilo, tidak jual dia. Itu berasnya Bulog, dia jual beras yang lain. Dia maunya itu untungnya paling sedikit Rp 500 sekilo, mendekati seribu. Nah ini semua yang membuat kendala juga untuk menaikkan operasi pasar sampai 15.000 ton beras per hari,” pungkasnya.(kcm/ziz)