Golkar Jatim Tegaskan Tetap Solid Mendukung Airlangga Hartarto Jadi Ketum Periode 2019 – 2024

107 views

SURABAYA (Suarakawan.com) – Meski pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) pemilihan ketua Umum (Ketum) Golkar masih di bulan Desember 2019. Aliran dukungan ke Airlangga Hartarto untuk kembali menjadi Ketum Golkar periode 2019 – 2024 mencuat dan muncul. Bahkan kali ini dukungan datang dari DPD Golkar Provinsi dan 38 DPD tingkat II Golkar Se Jatim.

Dukungan dari 38 kabupaten/kota dan satu DPD Provinsi ke Ketum Airlangga Hartarto ini disampaikan oleh Plt Golkar Jatim Zainuddin Amali, serta Sekertaris Golkar Sahat Tua Simanjutak usai menggelar rapat dengan DPD tingkat II di Golkar Jatim, Minggu (7/7). “DPD golkar Jatim telah menyampaikan kepada DPD tingkat II bahwa DPD langsung menunjuk kembali Airlangga Hartarto menjadi ketum Golkar 2019 – 2024,”ujar Plt Golkar Jatim Zainuddin Amali ditemui di DPD golkar Jatim, Minggu (7/7).

Menurut pria yang akrab disapa ZA ini, pertemuan tersebut berlangsung terbuka dan menerima setiap aspirasi. “Usai mendengar masukan dari teman-teman pengurus baik di provinsi maupun kabupaten/kota, kami mengambil dua keputusan,” katanya.

Pertama, seluruh DPD di Jawa Timur mendukung penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar untuk diselenggarakan pada Desember mendatang. Dengan kata lain, Partai Golkar Jawa Timur sekaligus menolak usulan penyelenggaraan Munas Luar Biasa (Munaslub).

“Keputusan pertama ini didasarkan pada putusan Munaslub Munaslub pada 2017. Yang mana, kepengurusan akan berakhir pada Desember 2019 mendatang,” kata ZA.

Keputusan kedua, Golkar Jatim juga sepakat untuk mendukung Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Partai Golkar kembali. “Ini bukan instruksi, namun aspirasi. Secara aklamasi bersama 38 kabupaten/Kota, kami mendukung Airlangga Hartarto untuk menjadi Ketua Umum pada 2019-2024,” tegasnya.

Para pengurus menyampaikan berbagai alasan untuk mendukung kembali kepemimpinan Airlangga. Di antaranya, Airlangga berhasil menjaga perolehan kursi DPR RI untuk berada di peringkat kedua perolehan terbanyak dengan 85 kursi.

“Padahal, Golkar mengalami turbulensi luar biasa mulai dari pergantian lima ketua umum di lima tahun terakhir. Ditambah, Golkar tidak memiliki kader di Pemilihan Presiden namun sukses meraih kursi terbanyak kedua,” kata ZA yang juga Anggota DPR RI ini.

Rencananya, aspirasi ini akan disampaikan kepada Airlangga Hartarto melalui rekomendasi tertulis. “Saat ini, komunikasi pasca putusan pertemuan ini kami sampaikan melalui sambungan telepon dengan Ketua Umum. Pak Airlangga menyampaikan terimakasih,” katanya.

Dengan bergabungnya pengurus dari 39 daerah di Jatim, maka dapat dipastikan bahwa Airlangga meraih 400 dukungan DPD atau mayoritas DPD se-Indonesia sebagai pemilik sah suara di Munas. Mengingat, Golkar memiliki 514 pengurus di kabupaten/kota (DPD tingkat 2) dan 34 provinsi (DPD tingkat 1) dan 10 ormas.

“Kalau sudah mencapai 400 atau lebih (DPD) maka bisa dipastikan bahwa kemungkinan besar penentuan ketua umum akan aklamasi. Tentu, kami menyambut baik itu karena Partai Golkar mengedepankan musyawarah,” katanya. (aca)

Posting Terkait