Gempa 6,5 SR Guncang Sumba NTT, Jembatan Rusak, Warga Panik Berhamburan Cari Perlindungan

Kupang (Suarakawan.com) – Bayangan menakutkan bencana gempa bumi yang melanda wilayah Palu dan Donggala terngiang-ngiang di kepala warga Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) ketika tiba-tiba saja getaran gempa terasa di wilayah mereka, Selasa (2/10/2018). Gempa bumi yang berulang terasa di wilayah Sumba Timur, NTT dan membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk mencari perlindungan.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan, guncangan gempa terakhir tercatat berkekuatan 6,3 SR pada pukul 07.16 WIB dengan titik lokasi di 10.57 LS,120.22 BT (66 km Barat Daya Sumba Timur) dan kedalaman 10 km, terasa kuat selama 3-5 detik.

Gempa ini membuat para siswa SD panik dan menangis, sementara para guru meminta orang tua siswa untuk menjemputnya.

“Belum ada laporan korban jiwa dan kerusakan. BPBD masih melakukan pemantauan dan pendataan,” ujarnya.

Gempa dengan kekuatan 6,0 Skala Richter juga sempat mengguncang wilayah Sumba Timur. Kepala BMKG Kampung Baru-Kupang, Robert Owen Wahyu mengatakan, gempa itu terjadi pada pukul 06.27.06 WIB. Episentrum gempa bumi terletak pada koordinat 10.48 Lintang Selatan dan 120.24 Bujur Timur pada kedalaman 10 km.

Gempa berlokasi pada 56 km Barat Daya Sumba Timur, 125 km Tenggara Sumba Tengah dan 131 km Tenggara Sumba Barat Daya, 375 km Barat Daya Kupang, dan 1.565 km Tenggara Jakarta. Gempa-gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Sementara itu, Bupati Sumba Timur, Gideon Mbiliyora mengatakan, pascagempa berkekuatan 6,0 skala richter (SR) dan gempa dengan kekuatan 6.3 (SR) sebuah jembatan dilaporkan mengalami kerusakan.

“Saya tadi dapat laporan bahwa ada satu jembatan di kecamatan Wula Waijelu mengalami kerusakan setelah gempa yang mengguncang Sumba Timur pagi tadi,” katanya.

Gideon menambahkan, sejumlah staf serta BPBD Sumba Timur sudah dikerahan untuk mendata kerusakan lain di daerah itu pasca gempa itu.

“Saya sudah minta agar BPBD dan sejumlah instansi terkait agar segera turun dan mendata kerusakan yang terjadi,” tambahnya.

Ia pun mengatakan akan memberikan informasi berikutnya jika memang ada kerusakan yang terjadi di daerah itu.(ara/ziz)

Tag: