Gedung Intelijen Rusia FSB Dibom

Tidak ada komentar 85 views

Pelaku pengeboman.

Moskwa (Suarakawan.com) – Seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun tewas karena bom yang dipasangnya di kantor intelijen Rusia di kota Arkhangelsk, Rabu (31/10/2018) waktu setempat.

Seperti dilansir The Independent, remaja itu terlihat masuk ke kantir Federal Security Service (FSB) kemudian mengambil sebuah bom dari tasnya yang kemudian meledak. Insiden itu terjadi sekitar pukul 09.00 waktu setempat dan menyebabkan tiga karyawan FSB terluka. Namun belum jelas apakah remaja tersebut memang berniat untuk meninggalkan bom atau bermaksud meledakkan diri.

Sebelum ledakan terjadi, sebuah forum anarkis kaum kiri memperlihatkan unggahan yang mengandung pesan serangan teror. Sekitar 7 menit sebelum ledakan, beredar pesan gedung FSB akan menjadi target serangan teror di forum anarkis di layanan pesan Telegram. Pesan itu ditulis seseorang dengan nama akun Valeryan Panov. Dia mengaku akan bertanggung jawab mengenai ledakan tersebut.

“FSB menciptakan kasus-kasus dan menyiksa orang. Saya kemungkinan besar akan mati dalam ledakan itu. Saya berharap Anda memiliki masa depan yang cerah dari komunisme anarkis,” tulis pesan tersebut.

FSB merupakan penerus utama agen KGB yang ditakuti. Mereka terkenal karena menganiaya para pembangkang di era Soviet. Gubernur daerah Igor Orlov mengatakan, pihak berwenang telah bekerja untuk menetapkan jenis bahan peledak yang digunakan.
“Kami mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan keamanan semua bangunan publik dan negara di wilayah Arkhangelsk,” ujarnya.

Saat ini, Rusia meluncurkan penyelidikan terkait teroris, sekaligus memeriksa kemungkinan remaja itu merupakan anggota organisasi terlarang atau tidak.

Seorang pejabat mengungkapkan identitas pelaku bom bunuh diri sebagai Mikhail Zhlobitsku, mahasiswa di kampus teknik setempat. Penyelidik merilis foto pelaku ke publik yang menampilkan seorang pria muda kurus dengan membawa ransel di dalam gedung FSB.

Kepala Komite Investigasi yang menyelidiki kasus tersebut, Alexander Bastrykin mengatakan, motif pemuda itu harus dicari secepat mungkin. Penyidik mencari apartemen Zhlobitsky dan menginterogasi kerabat serta teman-temannya.(kcm/ziz)