Dunia Dukung Indonesia Lawan Terorisme

Tidak ada komentar 86 views

JAKARTA (suarakawan.com) – Dukungan dan empati dari berbagai negara serta organisasi internasional terus disampaikan kepada Indonesia menyusul rangkaian teror bom di Surabaya, Jawa Timur, yang menewaskan 18 orang pada Minggu (13/5).

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengecam serangan bom bunuh diri oleh teroris terhadap jemaat di tiga gereja di Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur.

“Sekjen PBB mengutuk serangan teroris terhadap jemaat di tiga gereja di Surabaya, Indonesia, pada 13 Mei. Dia terkejut mengenai laporan bahwa anak-anak digunakan untuk melakukan serangan,” demikian pernyataan pada laman resmi PBB, Senin.

Sekjen PBB Antonio Guterres juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serangan bom dan berharap pemulihan cepat bagi korban luka-luka.

Dukungan PBB kepada pemerintah dan rakyat Indonesia dalam memerangi dan mencegah terorisme dan kekerasan ekstremisme, termasuk melalui promosi keberagaman, moderasi dan toleransi.

Dukungan serupa juga disampaikan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang mengutuk serangan bom bunuh diri di Kota Surabaya.

Dalam laman resmi OKI yang dipantau Antara di Jakarta, Sekretariat Jenderal OKI mengecam keras tindakan teroris yang menargetkan jemaat Misa Minggu di tiga gereja di kota terbesar kedua di Indonesia itu.

Sekretaris Jenderal OKI Yousef Al-Othaimeen mengatakan OKI menegaskan kembali posisi prinsipnya bahwa kekerasan dan terorisme tidak boleh dikaitkan dengan agama, kebangsaan, peradaban atau kelompok etnis apapun.

Ia menekankan ekstremisme dan terorisme dalam segala bentuk dan manifestasinya, termasuk kekerasan terhadap warga sipil dan serangan bunuh diri, bertentangan dengan prinsip-prinsip suci Islam dan menghina keragaman agama masyarakat Indonesia.

Yousef Al-Othaimeen menyatakan solidaritas OKI dengan rakyat Indonesia.

Keberagaman
Sementara itu Juru bicara Hubungan Internasional dan Kebijakan Keamanan Uni Eropa Maja Kocijancic menilai serangan bom terhadap masyarakat yang menjalankan ibadah di tiga gereja di Kota Surabaya bertentangan dengan tradisi budaya keberagaman di Indonesia.

“Budaya ini merupakan sumber inspirasi untuk banyak pihak di berbagai belahan dunia, khususnya di saat-saat adanya ketegangan, seperti sekarang,” kata Maja melalui keterangan tertulisnya.

Komunitas Uni Eropa juga menyampaikan bela sungkawa kepada para sahabat dan pihak keluarga korban yang tewas dalam tiga ledakan bom terpisah dan mengharapkan yang terbaik untuk pemulihan dari para korban luka.

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi pun mengutuk keras serangan bom di Surabaya. “Pemerintah Kerajaan Arab Saudi sangat sedih atas apa yang terjadi di Surabaya, Jawa Timur serta Depok, Jawa Barat, Indonesia,” ujar Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi.

“Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud telah menyampaikan ucapan bela sungkawa kepada Presiden Joko Widodo atas aksi teror yang terjadi di Indonesia,” ujar dia.

Raja Salman mengharapkan korban yang terluka dapat segera pulih kembali dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran dan keikhlasan.

“Apa yang terjadi di Surabaya dan Depok sangat jauh sekali dari ajaran Islam yang kita pahami bersama. Kita lihat bahwa peristiwa ini berkaitan dengan cara-cara yang dilakukan oleh ISIS,” kata dia.

Kerajaan Arab Saudi mengajak Pemerintah Indonesia bersama-bersama memerangi tindakan terorisme.

Sebelumnya, Pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui perwakiliannya di Indonesia mengutuk keras serangan teror bom di tiga gereja di Surabaya.

“Amerika Serikat mengutuk keras serangan terhadap tiga gereja di Surabaya pagi hari ini,” kata pernyataan pada laman resmi Kedutaan Besar AS, Minggu (13/5).

Pemerintah AS memandang serangan kepada jemaat yang sedang beribadah dengan damai mencederai toleransi dan keberagaman yang dijunjung rakyat Indonesia.

“Amerika Serikat berdiri bersama rakyat Indonesia dan kami mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban,” demikian pernyataan dari Kedutaan Besar AS di Jakarta.

Kecam
Ungkapan senada disampaikan Pemerintah Korea Selatan. “Pemerintah Korea Selatan mengecam keras teror bom yang terjadi di gereja-gereja di Kota Surabaya, Indonesia, pada Minggu pagi 13 Mei waktu setempat,” kata Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Chang-beom Kim.

Pemerintah Korea Selatan menyampaikan bela sungkawa kepada para korban dan keluarga korban yang ditinggalkan dan semoga semua korban luka dapat segera pulih.

“Pemerintah Korea Selatan juga akan bergandengan tangan dengan masyarakat Indonesia dalam melawan terorisme, yakni teror-teror yang mengancam seluruh umat manusia,” demikian Dubes Korsel Chang-beom Kim.

Paus Fransiskus ikut mendoakan para korban ledakan bom di tiga gereja di Surabaya, sekaligus menyerukan doa untuk mengakhiri kekerasan, ujar Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Doa yang secara khusus ditujukan bagi Indonesia dalam sebuah audiensi yang dihadiri ribuan jemaat di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Minggu (13/5) itu menjadi spesial karena menunjukkan perhatian Paus Fransiskus atas ancaman terorisme di Tanah Air.

Dalam doanya, Paus Fransiskus meyakinkan “orang-orang terkasih di Indonesia”, terutama umat Kristiani di Surabaya bahwa ia merasa sangat dekat dengan mereka dalam menghadapi serangan-serangan mematikan di beberapa gereja.

Pimpinan tertinggi Gereja Katolik Roma itu juga berdoa bagi para korban serta orang-orang yang mereka cintai, demikian dilaporkan vaticannews.va.

Bersama-sama, Paus Fransiskus mengajak seluruh umat untuk berharap Tuhan membawa kedamaian dan menghentikan segala tindak kekerasan. Ia pun berdoa agar setiap orang dapat menemukan ruang untuk rekonsiliasi dan persaudaraan dalam hati mereka, bukan kebencian maupun kekerasan.

Serangan bom bunuh diri terjadi hampir serentak pada Minggu (13/5) sekitar pukul 07.00 WIB di tiga lokasi berbeda di Surabaya. Serangan terjadi di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya, Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Diponegoro dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) di Jalan Arjuna. (ant/rur)