DPPKB Lamongan Siap Bangun Kampung KB Idaman

Tidak ada komentar 297 views


Lamongan (Suarakawan.com) – Memiliki banyak Kampung Keluarga Berencana (KB) merupakan cita-cita yang harus direalisasikan oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Lamongan, Umuronah, SST., M.Kes.

Bukan itu saja, mantan Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lamongan yang baru 2 bulan dipercaya memimpin DPPKB Lamongan ini juga akan berusaha membuat kampung KB Idaman yang di dalamnya memiliki program pengendalian penduduk, keluarga berencana dan pembangunan keluarga dengan menerapakan misi 3 Bina.

Tiga bina tersebut yaitu Bina keluarga balita, Bina keluarga remaja (mewujudkan keluarga berkualitas menu keluarga sejahtera) dan Bina keluarga lansia (untuk ketahanan keluarga). Lebih lanjut pempuan murah senyum ini mengaku tri bina pada kampung idaman nanti merupakan sebuah konsep yang terintegrasi.

Di situ tidak hanya pelayanan namun juga ada KB konseling. Tiga Bina nantinya akan memiliki banyak program inovasi untuk meningkatkan kualitas dan ketahanan keluarga. Mulai dari pemberdayaan ekonomi keluarga, monitoring kesehatan ibu hamil, mencari orang sakit, hingga konseling pernikahan dan hidup sehat.

“Tentu di dalamnya juga melakukan pembinaan keluarga dan balita, keluarga remaja hingga keluarga Lansia,” tambah perempuan yang pernah menjadi bidan desa di Bondowoso ini, kemarin.

Perempuan yang aktif di IBI Lamongan ini menerangkan, katagori kampung KB dianggap sukses apabila semua program sudah menunjukkan grafik yang meningkat, program anak putus sekolah sudah teratasi, kemiskinan menurun dan juga kesejahteraan masyarakat meningkat.

“Harapan saya, kampung KB Idaman di Kabupaten Lamongan nantinya akan menjadi kampung KB percontohan di Jatim dan bahkan Indonesia,” ujarnya.

Selain kampung KB idaman, perempuan yang hobi melukis ini juga akan berusaha mewujudkan kampung KB pada setiap desa di seluruh Lamongan.

“Satu tahun minimal bisa terbentuk 5 kampung KB,” ucapnya.

Namun untuk mewujudkan itu, lanjutnya, diperlukan adanya sinergitas dengan stakeholder, pemangku kebijakan lainnnya dan masyarakat. Untuk itu, pihaknya juga akan melakukan jalinan kerjasama dengan para stakeholder yang konsen dalam bidang sama.

Selain itu, pihaknya juga menggenjot kualitas tim penyuluh keluarga berencana ( PKB) lapangan. Di antaranya dengan mengupgrade SDM dengan melakukan studi banding serta diikutkan dalam seminar -seminar.

Selanjutnya, membangun komitmen dan kebersamaan di internal DPPKB juga akan terus ditingkatkan. Salah satunya dengan membuat berbagai kegiatan internal seperti senam bersama, lomba di hari hari tertentu serta pemberian reward pada mereka yang berhasil menjalankan program dengan baik.

Di sisi infrastruktur, meski banyak kekurangan, baik fasiltas maupun tenaga PKB, Umuronah mengaku siap memaksimalkannya dengan membangun tim yang solid serta penyamaan pemahaman visi serta efektifitas penggunaan sarana-pasarana.

Sementara keberhasilan angka pengendalian pertumbuhan pendudukan di Lamongan yang lebih bagus dari Jatim, yaitu 0,89 persen dibanding Jatim yang di atas 2 persen, Umuronah melihat, semua juga tak lepas dari sinergitas para PKB dan pembantu penyuluh KB desa serta mitra yaitu para bidan dan tentunya masyarakat.

“Angka ini harus kita pertahankan, jika bisa harus lebih ditingkatkan keberhasilan angka pengendalian pertumbuhan penduduk di Lamongan,” pungkasnya.(rls/ziz)