Dongkrak Ekonomi Indonesia, Jokowi Siapkan 2 Posisi Baru, Menteri Investasi dan Menteri Ekspor


Tangerang (Suarakawan.com) – Untuk mendongkrak perekonomian Indonesia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyiapkan 2 posisi baru di jajaran kabinetnya. Kedua posisi baru itu ialah menteri investasi dan menteri ekspor. Pernyataan itu dilontarkan Jokowi terkait kondisi investasi dan ekspor Indonesia yang masih kalah dari negara tetangga.

“Saya sudah sampaikan minggu lalu dalam forum rapat kabinet, apakah perlu, saya bertanya apakah perlu kalau situasinya seperti ini yang namanya menteri investasi dan menteri ekspor, sudah,” kata Jokowi saat Peresmian Pasar Rakyat dan Peresmian Pembukaan Rapat Kerja Kementerian Perdagangan Tahun 2019 di ICE BSD City, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (12/3/2019).

Jokowi mengatakan, negara lain sudah memiliki menteri di bidang tersebut, seperti di Uni Eropa. Jokowi juga berbicara risiko jika dua tambahan menteri yang diusulkannya tidak mampu mendongkrak investasi dan ekspor.

“Di Uni Eropa ada menteri investasi, ada menteri khusus ekspor, negara lain saya lihat juga sama. Mungkin dari sisi kelembagaan memang kita harus memiliki menteri investasi dan menteri ekspor. Dua menteri mungkin perlu. Tapi nanti kalau ada menteri itu nggak nendang lagi yang salah ya kita semuanya sudah,” sebutnya.

Di depan para peserta, Jokowi menyampaikan kejengkelannya jika suatu masalah tidak bisa dituntaskan, padahal pangkal masalah sudah diketahui. Jokowi tidak ingin ada kesulitan dalam mengurus perizinan yang berujung stagnannya masalah investasi.

“Saya itu paling gregetan kita ngerti kesalahan kita, kita ngerti kekurangan, kita ngerti jalan keluar tapi kita nggak bisa menuntaskan masalah yang ada, saya akan mulai lihat alur ceritanya akan saya lihat, ini ada yang nggak benar di titik-titik tertentu. Akan saya lihat, saya pasti akan menemukan, Insyaallah saya akan menemukan ini,” ujar Jokowi.

“Dan jangan sampai saya cek di PTSP ngomong SIUP sehari 2 minggu nah ketemu satu. IMB ngomong 3 hari seminggu saya cek ternyata masih 8 bulan, 6 bulan berarti ketemu di situ. Bisa di pusat, bisa di daerah,” imbuh Jokowi.(dtc/ziz)

Tag: