Dirut Tidak Lolos Seleksi OJK, Gubernur Jatim Hanya Lantik Direksi Bank Jatim

33 views

SURABAYA (Suarakawan.com) – Manajemen baru PT Bank Jatim hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) akhirnya dilantik atau didefinitifkan. Senin (28/10) sore, Gubernur Jatim selaku pemegang saham mayoritas atas Bank Jatim ikut menyaksikan pelantik jajaran direksi dan komisaris salah satu BUMD Jatim di gedung negara Grahadi Surabaya.

Yang menarik, dari keputusan RUPS yang menginginkan komposisi tujuh komisaris dan enam direksi ternyata tidak seluruhnya terisi. Usut punya usut hal itu lantaran ada dua nama dari calon direksi dan komisaris yang diajukan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk dilakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper tes) dinyatakan tidak lolos.

Kedua nama yang tak lolos itu adalah Hadi Santoso selaku Direktur Utama yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Kepatutan dan Human Capital Bank Jatim dan Elfaurid Aguswantoro Direktur Konsumer, Ritel dan Usaha Syariah.

Tak ayal jajaran manajemen PT Bank Jatim yang dilantik oleh Gubernur Jatim juga hanya mereka yang telah dinyatakan lolos saja oleh OJK. Konsekwensinya posisi direktur umum PT Bank Jatim dan Direksi Konsumer, Ritel dan Usaha Syariah juga terpaksa dikosongkan untuk sementara waktu.

“Ya nanti bisa ditunjuk lagi seseorang untuk mengisi posisi Plt Dirut PT Bank Jatim untuk sementara waktu,” ujar kepala OJK Regional IV Jatim Heru Cahyono saat dikonfirmasi usai pelantikan manajemen baru PT Bank Jatim.

Menurut Heru, ada dua opsi pilihan untuk mengisi posisi Dirut maupun Direksi yang lowong tersebut. Pertama, dengan menggelar RUPS untuk menunjuk seseorang sebagai pengganti kemudian diajukan ke OJK untuk mengikuti Fit And Propertes.

Kedua, para calon terlebih dulu mengikuti fit and proper tes OJK jika dinyatakan lulus baru dilaksanakan RUPS. “Kedua cara itu sama saja, tergantung pada kebutuhan manajemen Bank Jatim saja,” dalih Heru Cahyono.

Ditambahkan Heru, para calon direksi yang tak lolos uji fit nd proper tes di OJK bisa saja diajukan kembali namanya asal ada jeda waktu minimal 6 bulan.

Lebih jauh Heru Cahyono menjelaskan bahwa calon komisaris dan calon direksi yang diajukan mengikuti uji kelakan dan kepatutan ke OJK hanya sebanyak tujuh orang. Namun yang dua orang dinyatakan tidak lolos alias gugur.

Sebelum mereka diajukan mengikuti fit and proper tes, lanjut Heru tentunya sudah terlebih dulu dilakukan assesment oleh tim independen sehingga nama-nama mereka kemudian diputuskan dalam RUPS Bank Jatim.

“Proses fit and proper tes itu tergantung pada dokumen yang diterima OJK. Ada dua aspek yang menjadi tolak ukur fit and proper tes yakni integritas dan kompetensidari calon,” ungkap Heru Cahyono.

Ia juga berharap manajemen Bank Jatim yang baru saja dilantik bisa meningkatkan kinerja Bank Jatim. Kemudian bisa membawa Bank Jatim lebih kompetitif di era digital bersaing dengan bank-bank yang lain.

“Saya juga berharap Bank Jatim bisa memberi kontribusi terhadap pembangunan ekonomi di Jatim. Mestinya Bank Jatim bisa menjadi raja di daerah sendiri. Teknisnya seperti apa kita serahkan kepada direksi yang baru,” pinta Heru Cahyono.

Sementara itu Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyatakan bahwa direksi dan komisaris yang dipilih melalui proses assesment dari tim independen yang sudah disepakati. Sehingga apa yang telah diputuskan OJK merupakan hasil terbaik ats apa yang sudah dilakukan bersama.

“Kita seua memiliki harapan besar dari semua prestasi yang sudah dicapai oleh PT BPD Jatim Tbk pada semesster satu tahun ini. Dalam catatan yang cukup baik dibanding dengn periode yang sama pada tahun tahu,” terang Khofifah.

Khusus pada para direksi dan komisaris, mantan Mensos ini memberikan catatan bahwa saat ini industri perbankan memiliki peranan yang sangat penting dalam menggerakkan, mengintroduksi dan mengintervensi perekonomian Jatim. Karena itu sangat penting untuk bisa terus menstimulus plaku-pelaku UMK, IKM dan Koperasi di Jatim.

“Bank Jatim saya harap tidak sekdar bisa menghasilkan PAD yang signifikan. Tetapi juga memberikan multiplayer efek seperti penyerapan tenaga kerja melalui kredit dalam membesarkkan UKM dan IKM yang ada di Jatim,” pinta gubernur perempuan pertama di Jatim.

Para komisaris dan direksi Bank Jatim yang dilantik OJK meliputi Komisaris Utama Heru Heru Tjahjono (Sekdaprov Jatim), Komisaris Independen Prof Moh Mas’ud. Kemudian Direktur Kepatuhan dan Human Capital Bank Jatim Erdianto Sigit Cahyono, Direktur TI dan Operasi Tonny Prasetyo, dan Direktur Komersial dan Korporasi Basrul Iman. (aca)

Posting Terkait