Dipepet Lalu Ditarik Tasnya Hingga Jatuh, Pasutri Jadi Korban Jambret

Polrestabes Surabaya (12/10/2018) : Aksi penjambretan yang kerap meresahkan warga kembali terulang, Rabu, (10/10).

Kali ini, Nur Diana Ekawati Munir (45) warga Keputran, Tegalsari, Surabaya, dan Panca Setiawan (48) warga Penjaringan Asri IV/28, Surabaya, sepasang suami istri menjadi korban jambret.

Dari keterangan korban, dijelaskan bahwa pada saat Diana pulang kerja yang dijemput oleh suaminya, berboncengan mengendarai sepeda motor.

Keduanya melintas di depan taman Ekspresi Jl. Genteng Kali, Surabaya, sekitar pukul 23.50 WIB, tiba-tiba dipepet dari sebelah kiri oleh dua orang yang tidak dikenal, yang juga berboncengan motor.

“Pelaku yang dibonceng ini seketika merampas tas saya. Saya berusaha mempertahankan tas saya, tapi pelaku terus memaksa,” ujar Diana.

Tak butuh waktu lama, dalam sekejap pelaku dapat merampas tas milik korban hingga korban bersama suami terjatuh.

Sementara kedua pelaku melarikan diri, salah seorang warga yang melihat kejadian itu melaporkan ke Command Center 110 Polrestabes Surabaya.

Atas laporan ini, Tim Respatti yang dikomandoi oleh IPDA Ardian Wahyudi, sesaat menerima informasi dari 110 Command Center Polrestabes Surabaya mendatangi lokasi kejadian.

Sesampainya dilokasi, Tim Respatti mendapati kedua korban dalam kondisi luka-luka. Suami mengalami patah kaki kiri hingga tidak bisa berjalan, dan istri mengalami patah pada lengan bagian kiri.

Sementara itu, Kabag Ops Polrestabes Surabaya, AKBP Eddwi Kurniyanto membenarkan kejadian ini.

Tim Respatti dengan dibantu oleh Tim PMK, Linmas, dan anggota Polsek Genteng, melarikan kedua korban ke rumah sakit terdekat.

“Perkara perampasan selanjutnya diteruskan ke Polsek Genteng selaku pemangku wilayah hukum untuk kemudian ditindaklanjuti,” tandas Eddwi.

Dari aksi kejahatan ini, kedua pelaku berhasil menggondol 1 tas berisi make up, uang kurang lebih Rp. 1 juta, serta obat-obatan milik korban.***rh

Laporan : Tim Respatti.
Editor : Saiful.