Di Jatim, Prabowo – Sandi Akan Gelar Napak Tilas Peringati Resolusi Jihad

SURABAYA (Suarakawan.com) – Kepedulian pasangan calon presiden dan wakil presiden 2019, Prabowo Subianto – Sandiaga Uno terhadap warga Nahdliyin ternyata cukup luar biasa. Hal itu bakal ditunjukkan tatkala keduanya menjalani rangkaian kegiatan di Jawa Timur pada 21-22 Oktober mendatang. Salah satunya adalah melakukan ikhtiar untuk mengingat kembali sejarah Resolusi Jihad para ulama ketika perjuangan mempertahankan kemerdekaan RI pada Oktober 1945 silam.

Ketua Harian Badan Pemenangan Provinsi (BPP) Prabowo-Sandi Jatim Anwar Sadad mengungkapkan bahwa agenda besar Prabowo dan Sandiaga di Jatim adalah melakukan perjalanan di rute yang dilalui Resolusi Jihad. “Bertepatan hari Santri 22 Oktober, pada hari itu Pak Prabowo dan Mas Sandi Insya Allah akan ke Jawa Timur melakukan napak tilas ke Jombang, Mojokerto dan berakhir di Tugu Pahlawan Surabaya,” kata politisi asal Partai Gerindra, Kamis (18/10).

Lebih jauh sekretaris DPD Partai Gerindra Jatim itu menjelaskan, kegiatan napak tilas Resolusi Jihad yang digagas oleh Capres nomer urut 02 ini dimulai dari Lapangan di Komplek Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang dengan menggelar Apel Akbar pada 22 Oktober 2018.

Giat ini mirip dengan sejarah Resolusi Jihad yang digagas KH Hasyim Asy’ari 73 tahun yang lalu. Dimana setelah ada seruan Jihad dari Hadratus Syech KH Hasyim Asy’ari,maka masyarakat yang tinggal dalam radius 93 km dari Surabaya terutama santri dan ulama bahu membahu mengusir penjajah kolonial Inggris dan Jepang di Surabaya dengan berjalan dari Jombang ke Surabaya.

“Tepat pada 22 Oktober 1945, Resolusi Jihad membakar semangat seluruh lapisan rakyat hingga pemimpin di Jawa Timur terutama di Surabaya, dengan tegas mereka berani menolak kehadiran pasukan Sekutu yang sudah mendapat ijin dari pemerintah pusat di Jakarta, sehingga pecahlah pertempuran dahsyat pada 10 November 1945 yang menewaskan Jenderal Malaby,” ungkap Anwar Sadad.

Prabowo-Sandi, lanjut Sadad, ingin merasakan langsung heroisme perjuangan para ulama NU tersebut dengan melakukan hal yang sama. Dalam bentuk napak tilas perjuangan dari Jombang ke Surabaya. “Insya Allah Gus Sholah, sebagai cucu Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari akan melepas rombongan Pak Prabowo dan Mas Sandiaga untuk napak tilas Resolusi Jihad menuju Surabaya,” kata politisi yang masuh keluarga besar Ponpes Sidogiri Pasuruan ini.

Ditambahkan, dalam apel akbar di Ponpes Tebuireng Jombang, juga akan diikuti ribuan santri. “Kami ingin mengingat kembali, perjuangan ulama dan santri jaman dulu, agar terus diingat dan bisa menjadi motivasi untuk generasi millenial sekarang,” harap anggota Komisi C DPRD Jatim.

Sementara itu, Ketua Media Centre BPP Prabowo-Sandi Jatim, Hadi Dediyansyah menambahkan, rute napak tilas Resolusi Jihad NU yang akan dilakukan Prabowo-Sandi nanti bukan pengerahan massa seperti halnya kampanye. Karena hanya iring-iringan mobil dari Jombang, Mojokerto hingga Finish di Tugu Pahlawan Surabaya. “Napak tilas itu akan mampir di pondok-pondok pesantren, tempat-tempat bersejarah, termasuk mampir di Trowulan Mojokerto dan terakhir di Tugu Pahlawan Surabaya,” kata Hadi.

Sehari sebelumnya, yakni 21 Oktober 2018, Cawapres Sandiaga Uno akan datang lebih dulu ke Jatim. Menurut Jadwal Sandiaga akan Sholat Dhuhur di Masjid Kawasan Pasar Tembok, lalu ziarah ke makam musisi Gombloh di Makam Tembok Surabaya. Setelah itu, lanjut menemui emak-emak dan pedagang di Pusat Grosir Surabaya. “Setelah dari Surabaya, barulah menuju Mojokerto untuk menemui Petani Bawang Merah dan beberapa agenda kegiatan bersama pemuda millennial di Mojokerto,” pungkas caleg DPRD Jatim dari Partai Gerindra ini. (aca/rur)