Demi Curhat ke Jokowi, Sopir Truk Ini Rela Jalan Kaki dari Sidoarjo

JAKARTA (suarakawan.com) – Aksi Agus Yudo, sopir truk yang berjalan kaki dari Sidoarjo, Jawa Timur sejak satu bulan lalu untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo, tak berujung sia-sia. Selasa (8/5) kemarin keinginan Agus itu kesampaian.

Dia bertemu dan berdialog langsung dengan Jokowi di Istana Kepresidenan. Dalam dialog Agus menyampaikan keluh kesah yang selama ini ia rasakan mengenai maraknya pungutan liar kepada pengemudi truk di Indonesia.

Pertemuannya bersama Jokowi dilakukan setelah Presiden mengumpulkan lebih dari 70 pengemudi truk se-Indonesia yang bergabung dalam sejumlah serikat.

“Selama ini kami bingung dengan pungli dan premanisme, bingung laporannya ke mana. Polsek, Polres, hanya laporan saja, tapi tindak lanjutannya tidak ada,” kata Agus di Kompleks Istana Kepresidenan.

Tak hanya Presiden Jokowi yang mendengar keluhan Agus, melainkan juga Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Wakil Kapolri Komisaris Jenderal Syafrudin. Kedua pembantu Presiden itu bahkan menulis keluhan yang disampaikan sejumlah sopir truk termasuk Agus.

Agus pun menceritakan aksi jalan kakinya dari Sidoarjo menuju Jakarta sejak bulan lalu. Kata dia, aksi tersebut tak sekedar mencari sensasi, melainkan juga untuk menunjukkan keseriusannya meminta bantuan terkait pungli.

“Jalan kaki itu bukan hanya mencari sensasi saja, tapi ada maksud dan tujuannya. Harapannya, khususnya transportasi angkutan darat bisa sehat,” tuturnya.

Jokowi, kata Agus, dalam pertemuan internal tadi menegaskan bakal menindaklanjuti keluhan dengan koordinasi Polri dan Kementerian Perhubungan.

Hal itu dilakukan sebab para pengemudi truk membantu pemerintah mengantarkan logistik hingga ke pelosok daerah Indonesia. Jokowi turut menyatakan hal ini dalam pertemuan dengan pengemudi lainnya.

“Saya ucapkan terima kasih beri masukan dalam rangka memperbaiki arus barang logistik di jalan agar semua bisa berjalan baik dan saya ucapkan terima kasih atas peran melancarkan arus barang sampai pasar, kota, dan pusat logistik,” kata Jokowi. (cnn/rur)