Debat Pilgub Jatim ke 2, Khofifah – Emil Bakal Beri Kejutan

SURABAYA (suarakawan.com) – Pasangan cagub dan cawagub Jatim nomor urut satu, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elistianto Dardak akan menampilkan kejutan-kejutan pada Debat Kandidat kedua Pilgub Jatim yang disiarkan langsung melalui Kompas TV dan Metro TV pada Selasa (8/5) malam.

“Akan banyak kejutan-kejutan, mulai dari performance Khofifah dan Emil akan beda saat tampil di debat kandidat pertama. Dari segi penampilan akan ada perbedaan seperti dari pakaian kemudian gaya menjelaskan dan lain sebagainya. Tak bisa dijelaskan semuanya biar nanti menjadi kejutan,” ujar Renville Antonio sekretaris Tim Pemenangan pasangan Khofifah-Emil, Selasa (8/5).

Tema “Ekonomi Pembangunan” yang menjadi materi debat kandidat kedua, lanjut Renville adalah bidang persoalan yang selama ini dikuasai oleh Cawagub Emil Dardak maupun Khofifah.

“Saya rasa kami tidak perlu khawatir karena itu sudah menjadi bidang Emil Dardak dan Khofifah yang menguasai persoalan dan tahu apa yang akan dilakukan di Jatim khususnya bidang ekonomi pembangunan,” ujar sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim ini.

Ia juga optimis pada debat kandidat kedua nanti tidak akan lagi ada debat kusir. Sebab panitia penyelenggara khususnya KPU Jatim sudah membuat segmen yang berbeda dari debat sebelumnya.

“Pada debat pertama lalu Mas Emil sebenarnya tidak terpancing, itu hanya karakter anak muda yang selalu ingin semuanya menjadi jelas karena ini juga untuk kepentingan masyarakat. Tujuan utama debat adalah untuk meyakinkan para pemilih yang menonton debat bahwa calon pemimpinnya harus menguasai detail permasalahan dan tahu Jatim akan dibawa kemana dan persoalan lain yang didasarkan pada data,” beber Renville.

“Nanti bisa kita lihat bagaimana paslon kami akan menjelaskan program visi misi yang terangkum dalam Nawa Bhakti, serta bagaimana menyelesaikan permasalahan Jatim atau menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dibuat oleh panelis,” tegas wakil ketua Komisi C DPRD Jatim ini.

Pasangan nomor urut 1, kata politisi asal Partai Demokrat tidak akan mempermasalahkan apapun segmen yang sudah disediakan penyelenggara pemilu dalam debat kandidat kedua.

“Kita tidak pernah menyerang, Mas Emil juga tidak pernah, hanya maklum karena anak muda ketika ingin bertanya, pertanyaannya tidak dijawab secara jelas dan relevan ya ditanyakan kembali,” tambah Renville.

Disinggung soal langkah antisipasi debat kandidat keluar dari topik? Dengan lugas Renville berharap apa yang ditanyakan dengan jawaban harus relevan. Alasannya, baik Emil maupun Khofifah dalam setiap mengajukan pertanyaan itu didasarkan atas data. “Itu kebiasaan Khofifah dan Emil, makanya kalau paslon lain menguasai ya harusnya dijawab sesuai dengan apa yang ditanyakan. Tapi kalau jawabnnya berbeda kan kelihatan tidak menvuasai sehingga topiknya berbeda,” ungkapnya.

Ritual khusus menghadapi debat kandidat kedua, tambah Renville paslon nomor satu hanya mengajak diskusi dengan parpol-parpol pengusung khususnya dari teman-teman partai pengusung yang duduk di DPRD Jatim untuk memberikan masukan dan diskusi karena sebagian besar teman-teman di legislatif mengetahui persoalan yang dihadapi dan mengetahui kebijakan-kebijakan yang ada di Pemprov Jatim.

“Tidak ada ritual khusus, hanya diskusi dan minta masukan dari tokoh-tokoh partai pengusung untuk pengayaan Nawa Bhakti khususnya terkait tema ekonomi pembangunan,” pungkas Renville didampingi bendahara DPW PAN Jatim, Agus Maimun dan bendahara Karang Taruna Jatim, Felix. (aca/rur)