Dana Asing Kembali Masuk, BI Prediksi Rupiah Stabil Sepanjang 2019

Jakarta (suarakawan.com) – Bank Indonesia (BI) pun meyakin nilai tukar rupiah di tahun 2019 ini akan lebih stabil. Ada sejumlah faktor yang mendorong rupiah mendominasi dolar Amerika Serikat (AS).

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan salah satu faktor yang membuat pergerakan rupiah lebih stabil dan cenderung menguat, adalah mulai kembalinya modal asing ke Indonesia.
Ini berbeda dengan kondisi di tahun 2018, dimana sejumlah investor menarik dananya dari Indonesia. “Masuknya modal asing akan mendorong rupiah stabil di tahun ini. Tahun lalu rupiah terdepresiasi di sekitar 5,8% di level Rp 14.100,” ujarnya.

Masuknya modal asing atau capital inflow itu, salah satunya karena Bank Sentral AS atau The Fed yang akan lebih jinak dalam menaikkan suku bunga acuannya. Selain itu, dari dalam negeri Indonesia sendiri, juga menunjukkan kondisi yang membaik. Antara lain, faktor defisit transaksi berjalan yang diprediksi lebih rendah.

“Pasar valas dalam negeri semakin berkembang, spot, swap, dan berlakunya DNDF (Domestic Non Delivery Forward) akan semakin mendukung stabilitas nilai tukar,” kata Perry, sembari menambahkan bahwa pihaknya akan terus menjaga perkembangan mata uang garuda di tahun ini. BI pun masih punya amunisi yang cukup dari sisi cadangan devisa.

Pada Desember 2018 cadangan devisa RI sebesar US$ 120,7 miliar. Angka itu meningkat dibandingkan posisi cadangan devisa di November 2018 sebesar US$ 117,2 miliar. Nilai tersebut setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

BI memastikan cadangan devisa yang ada saat ini, jauh dari mencukupi untuk menopang perekonomian. (jpp/gus)

Bank Indonesia Rupiah

Related Post