Cuaca Panas di Arab Saudi, Ini yang Harus Dilakukan Jemaah Haji

CIREBON (suarakawan.com) – Kelompok Terbang (Kloter) pertama dari gelombang pertama calon jemaah haji asal Indonesia telah berangkat Senin (16/7/2018) kemarin.

Bukan hanya persiapan bekal, fisik yang prima juga harus jadi perhatian calon jemaah haji. Pasalnya, cuaca Arab Saudi sangat panas pada musim haji kali ini.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Kabupaten Cirebon, Muslim Muchlas mengatakan, suhu udara di tanah suci bisa mencapai sekitar 50 derajat celsius.

“Oleh karena itu, Calhaj diminta untuk bisa menjaga fisik dan kesehatannya” kata Muslim.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni, menyarankan beberapa hal dipersiapkan calon haji demi menjaga kondisi kesehatannya ketika di Arab Saudi. Jika memiliki penyakit tertentu, maka disarankan untuk membawa obat-obatan yang sudah biasa digunakan.

Ia juga meminta calon haji untuk tidak terlalu capek sebelum keberangkatan. Perjalanan dari Indonesia menuju Arab Saudi memakan waktu yang cukup lama. Calon haji hendaknya mengirit tenaga jelang keberangkatan.

Eni juga menyarankan calon haji untuk lebih sering minum untuk mencegah dehidrasi. Selain itu, jemaah sebaiknya menggunakan masker dan sering membasahi muka.

“Sering minum dan sering dibasahi bagian muka dan kepala. Lebih baik jika dengan berwudu,” ujar Eni.

Jemaah juga sebaiknya tidak sering beraktivitas di luar ruangan. Hal tersebut untuk meminimalisir tenaga yang terkuras ketika berada di luar.

Ia juga mewanti-wanti jemaah haji tidak membawa barang bawaan terlalu banyak karena akan menyebabkan kelelahan. “Kalau memang mau keluar penginapan, disarankan menggunakan payung,” kata Eni.(mtv/rur)