Cetak Sejarah, Jumlah Atlet Asian Games 2018 Capai 11 Ribu Orang

JAKARTA (suarakawan.com) – Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) mengonfirmasi jumlah atlet dan ofisial peserta Asian Games 2018 sebanyak 16 ribu orang menyusul penutupan pendaftaran peserta pada 30 Juni 2018. Ini merupakan jumlah peserta terbesar dalam sejarah Asian Games.

“Data terakhir yang masuk pada kami, jumlah atlet peserta mencapai sekitar 11 ribu orang. Jika ada tambahan dari ofisial, jumlah total peserta akan mencapai sekitar 16 ribu orang. Jumlah itu melebihi target peserta yang kami perkirakan,” kata Ketua INASGOC Erick Thohir.

Jumlah atlet terbanyak sebelumnya tercatat di Asian Games Guangzhou 2010, Cina, yang diikuti 9.704 peserta. Di Asian Games Icheon 2014 jumlah peserta 9.501. Jumlah cabang yang dipertandingkan tetap dipegang Asian Games 2010 yang mempertandingkan 42 buah.

Erick mengatakan, peningkatan peserta Asian Games dibanding perkiraan INASGOC berarti kepercayaan 45 kontingen Asian Games terhadap Indonesia sebagai tuan rumah.

“Kami segera memetakan setiap tim akan berlatih di mana, lokasi pertandingan, serta layanan kepada atlet dan ofisial masing-masing kontingen,” kata Erick yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) itu.

Jumlah peserta Asian Games 2018 itu, menurut Erick, meningkat 20 persen dibanding peserta pada Asian Games Incheon 2014. Jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan sebanyak 40 cabang dengan 465 nomor pertandingan.

“Kami juga akan menyiapkan konsekuensi atas peningkatan 20 persen peserta itu, seperti katering, bus, penyiapan kursi penonton, dan lainnya,” kata Erick.

INASGOC, lanjut Erick, juga akan berdiskusi dengan OCA dan federasi-federasi cabang olahraga Asia terkait pertandingan cabang sepak takraw dan arena pertandingan kedua bagi cabang olahraga bola voli.

Asian Games 2018, yang digelar di Jakarta dan Palembang, akan dibuka pada 18 Agustus 2018. Pesta olahraga terbesar Asia ini akan ditutup pada 2 September 2018. Ini adalah kali kedua Indonesia menjadi tuan rumah setelah Asian Games Jakarta 1962.(tc/rur)