Cegah Tindakan Anarkhis Yang Melibatkan Pelajar

28 views

Polres Trenggalek – Keberadaan anak didik dalam pengamanan di dalam sekolah dan luar sekolah menjadi tanggung jawab bersama. Adanya kegiatan yang mengajak mereka untuk kegiatan diluar belajar, harus menjadi hal yang perlu mendapatkan perhatian bersama pihak pendidik dan semua pihak yang turut mendukung. Hal itu disampaikan Iptu Suraji Kapolsek Pule Polres Trenggalek saat mengambil upacara di SMK Hidayatulloh desa Jombok, terkait adanya desas desus ajakan unjuk rasa dari kalangan anak sekolah. Senin ( 30/9 ).

” Agar dilakukan pengecekan keberadaan siswa dan siswi SMK dari wali kelas masing-masing dan juga orang tua bila didapatkan anak tidak masuk sekolah. Kemanan disekolah merupakan tanggung jawab pemerintah melalui guru dan pendidik mereka, diluar adanya keluarga termasuk kita ini,” ucapnya kemarin.

Dalam surat edaran dari dinas pendidikan yang mengarah pada larangan aksi unras berujung tindak kekerasan yang melibatkan anak sekolah. Menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat agar mendukung tugas anak dalam belajar dan berpikir sehat dan menghindari tindakan aksi kekerasan yang mengganggu proses belajarnya di sekolah. Hal itu disampaikan Iptu Suraji, S.H.,M.H., lebih lanjut.

Iptu Suraji menjelaskan tentang norma hukum yang melindungi anak diantaranya Pasal 15 huruf d UU No 23 Th 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana dirubah dengan UU No 35 Th 2014 menyatakan bahwa setiap anak berhak untuk memperoleh perlindungan dari pelibatan dalam peristiwa yang mengandung unsur kekerasan.

Permendikbud No 82 Th 2015 tentang Pencegahan dan penanggulangan Tindak Kekerasan dilingkungan Satuan Pendidikan, di pasal 8 ayat (1) c menyatakan satuan Pendidikan ( sekolah) wajib menjamin keamanan keselamatan dan kenyamanan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran di sekolah maupun kegiatan sekolah diluar satuan pendidikan.

 

Lebih lanjut dijelaskanya, Permendikbud No 30 Th 2017 ttg Pelibatan keluarga pada penyelenggaraan pendidikan. Pada pasal 8 ayat (1 ) huruf a dan b menyatakan Pihak keluarga berperan untuk mencegah peserta didik dari perbuatan melanggar peraturan satuan pendidikan dan / atau mengganggu ketertiban umum dan mencegah tindakan anarkhis dan / atau perkelahian yang melibatkan pelajar.

” Oleh karena itu untuk mengantisipasi perkembangan situasi saat ini adanya medsos yang mengajak siswa unras dan mengarah anarkhis anak harus dilindungi dimonitor keberadaannya oleh sekolah dengan melibatkan orang tua siswa dengan demikian Insya Alloh anak anak bisa terjamin keamanannya,” ucap Iptu Suraji.

Polres Trenggalek

Posting Terkait