Bupati Lumajang Akan Prioritaskan Program Pertanian

LUMAJANG (Suarakawan.com) – Gubernur Jatim Soekarwo mengusulkan agar Bupati Lumajang masa jabatan 2018-2023, memprioritaskan program pertanian baik di sektor on farm maupun off farm. Pengembangan programnya harus fokus mulai dari sarana produksi, bibit, pupuk, pola tanam dan proses produksi pada pasca panen.

“Masyarakat Lumajang hampir 80 persen di pertanian. Karenanya jika ingin menyejahterakan masyarakat maka pertaniannya mesti diurus dengan serius,” kata Pakde Karwo-sapaan akrab Gubernur Jatim saat menghadiri Serah Terima Jabatan/Sertijab Purna Tugas Bupati Lumajang kepada Bupati Lumajang Masa Jabatan 2018 – 2023 dan Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kab. Lumajang di Pendopo Kab. Lumajang, Rabu (3/10).

Pakde Karwo menjelaskan, pengolahan pasca panen akan memberikan nilai tambah bagi petani. Selain itu uga harus didukung pemberian pembiayaan kredit murah bagi petani. “Saya usul uang dari pemerintah dimasukkan ke BPR dan kreditnya diserahkan pada petani, dengan bunga tidak boleh lebih dari 6 persen,” tukasnya.

Ditambahkan, lewat pengolahan pasca panen maka petani tidak lagi menjual gabah kering panen tapi berupa gabah kering giling. Hasil panen petani jangan diangkut ke perusahaan besar di kota, sehingga gabungan kelompok tani (gapoktan) bisa menjual berupa beras.

“Jika petani punya nilai tambah, maka daya beli masyarakat dan kesejahteraannya akan meningkat,” tegasnya.

Terkait bidang pendidikan, Pakde Karwo minta agar Bupati Lumajang memperhatikan pendidikan diniyah salafiyah. Meski pada angka partisipasi murni – kasar (APM dan APK) di Kab. Lumajang sudah sangat bagus. “Kualitas SDM di Lumajang ini sudah bagus tinggal ke depan ditambahkan pendidikan vokasional,” imbuhnya.

Lebih lanjut disampaikan, di bidang sosial Pemkab Lumajang harus memperhatikan lima hal. Lima hal tersebut yakni penanganan kasus gizi buruk, penurunan angka kematian bayi, penurunan jumlah penderita kusta, dan penurunan pernikahan anak usia dini atau dibawah 15 tahun.

“Lima hal ini harus ditangani dengan fokus, sehingga pada tahun 2019 nanti sudah bisa terlihat perubahannya,” ujar Pakde Karwo.

Terkait kepemimpinan baru, Pakde Karwo menyambut baik upaya Bupati Lumajang yang akan melanjutkan program dari Bupati sebelumnya yang telah berjalan baik, dan menambahkan dengan program-program lain untuk mengoptimalkan pembangunan Lumajang.

“Saya berterimakasih pada Bupati Lumajang periode 2013-2018 pak As’at atas kerja kerasnya selama ini, dan selamat bekerja kepada bupati terpilih,” ungkapnya.

Langkah ini, lanjutnya, merupakan awal yang baik dalam suatu transisi kepemimpinan. Ia juga berharap harmonisasi pasca pilkada bisa berjalan dengan baik, sehingga suasana bisa terus kondusif.

“Pelibatan semua elemen pembangunan serta koordinasi dengan BPS mesti dilakukan untuk menentukan titik nol target kinerja, sehingga RPJMD Kab. Lumajang 2018-2023 bisa segera disusun,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Lumajang terpilih, Thoriqul Haq menyampaikan bahwa prioritas programnya ke depan yakni di bidang pertanian. Beberapa solusi pertanian telah disusun, karena PDRB Kab. Lumajang dominan di sektor pertanian.

“Solusi pertanian yang kami buat meliputi sisi Sumber daya manusia/SDM nya, SDA , hingga pasar” ungkap Cak Thoriq sapaan lekat Bupati Lumajang terpilih ini.

Ia menambahkan, program peningkatan nilai tambah dan daya saing produk pertanian juga telah disiapkan. Metodenya antara lain dengan cara penetapan klasifikasi standar mutu produk pertanian, sertifikasi produk, pengembangan industri hilir berbasis pertanian, dan penumbuhan agroindustri di pedesaan.

“Berbagai cara mesti kita lakukan agar daya beli masyarakat meningkat, dan generasi muda tertarik untuk ikut mengembangkan pertanian,” terangnya.

Terkait berbagai masalah yang dihadapi Kab. Lumajang, pihaknya akan mengembangkan smart city. Dimana, aplikasi smart city akan mencakup antara lain e-government yang terintegrasi, e-puskesmas, e-perijinan, dan pemasangan CCTV di tempat rawan kriminal.

“Dalam penerapan smart city harus didukung dengan peningkatan aksesbiltas menuju atau keluar Lumajang. Karenanya sinergi dengan Pemprov akan kami lakukan,” jelas Cak Thoriq.

Sertijab ini ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima jabatan dari Purna Tugas Bupati Lumajang, Drs. As’at, M.Ag kepada Bupati Lumajang masa jabatan 2018-2023, H. Thoriqul Haq,M.ML yang berpasangan dengan Wakil Bupati Lumajang Ir. Hj. Indah Amperawati, M.Si, dilanjutkan penandatanganan oleh Gubernur Jatim. (aca)