Buka Perdagangan Perdana BEI 2019, Menko Perekonomian Yakin Inflasi Rendah

Jakarta (Suarakawan.com) – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Darmin Nasution bersama Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati serta Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, dan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara membuka perdagangan saham tahunan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (2/1/2019).

“Salam sejahtera untuk kita semua, pertama kita bersyukur segera kita akan meresmikan pasar modal kita 2019. Selamat Tahun Baru kepada semuanya walaupun kita juga ada situasi berkabung di Banten dan Lampung,” kata Darmin.

Darmin juga mengapresiasi langkah semua pihak yang berhasil melewati tahun 2019 dengan apik di tengah gejolak dunia.

“Satu yang kita banggakan kita bisa lewati 2018 dengan baik. Ekonomi kita jelas menunjukkan daya tahan pada gejolak internasional, kemudian sama seperti di pasar modal kita juga. Kalau kita sekadar optimis saja tidak elok juga, optimis lah yang ada dasarnya, dasarnya kita lalui 2018,” ujar Darmin.

Seremoni pembukaan perdagangan BEI di 2019 dilakukan dengan pemencetan bel. Dengan dipencetnya bel menandakan perdagangan dimulai tepat pukul 09.00 WIB.

Dalam kesempatan ini, Darmin juga meyakini jika besaran inflasi tahun 2018 lebih rendah dibandingkan 2017. Di 2017, besaran inflasi 3,61% atau lebih rendah dari target 4,3%.

Di 2018 sendiri, target inflasi dalam APBN ditetapkan sebesar 3,5%. Namun, besaran inflasi tahun lalu diyakini tak melebihi angka tersebut.

“Saya yakin inflasi kita akan di bawah tahun lalu. Itu menunjukkan kita semakin berhasil mengendalikan inflasi,” kata Darmin.

“Sehingga barangkali kita persiapkan menggeser target inflasi kita ke arah yang lebih rendah,” tambah Darmin.

Sumbangan inflasi tahun ini diperkirakan berasal dari tarif angkutan dan harga telur ayam yang mengalami peningkatan.

“Inflasi kita kelihatannya tahun ini tarif angkutan dan ironinya harga telur ayam yang malah meningkat,” ujar Darmin.

Selain itu, Darmin juga membeberkan keberhasilan pemerintah di antaranya menurunkan tingkat kemiskinan ke level 9,82%. Angka kemiskinan berhasil ditekan ke single digit.

Gini ratio juga berhasil ditekan ke 0,391 dari sebelumnya 0,389. Selanjutnya, tingkat pengangguran juga disebutnya turun.

“Itu semua sebetulnya bagian penting dari pertumbuhan ekonomi yang baik,” kata Darmin.

Dengan capaian tersebut, ekonomi Indonesia tahun ini bisa lebih baik dari tahun sebelumnya. Tentunya untuk mencapai hal tersebut harus disertai dengan kerja yang lebih keras lagi.

“Dengan demikian kita punya modal untuk optimis bahwa 2019 ini akan bisa kita capai kinerja yang lebih baik lagi,” ujar Darmin.

Meski demikian, masih ada sejumlah hal yang harus diselesaikan pemerintah seperti defisit transaksi berjalan hingga perang dagang AS-China.

“Tapi hari ini kami mendengar baik AS maupun Tiongkok sudah persiapkan langkah mencapai kesepakatan,” ujar Darmin.(dtc/ziz)

Tag: