Buka Pendaftaran Pilkada 2020, Gerindra Jatim Siapapun Boleh Mendaftar Dan Bergabung

28 views

SURABAYA (Suarakawan.com) – Setelah beberapa partai politik di Jatim, seperti PDI Perjuangan, NasDem dan PSI membuka penjaringan dan pendaftaran bakal calon kepala daerah (Bacakada) dan bakal calon wakil kepala daerah (Bacawakada) pada Pilkada serentak 2020 di 19 kabupaten/kota di Jatim. Kini giliran Partai Gerindra melakukan hal yang sama secara serentak di seluruh Indonesia.

Ketua DPD Partai Gerindra Jatim, Soepriyatno mengatakan bahwa keputusan partai besutan Prabowo Subianto membuka pendaftaran bacakada dan bacawakada untuk menyogsong perhelatan Pilkada serentak tahun 2020, merupakan salah satu hasil keputusan Rapimnas yang digelar di Jakarta pada 16 Oktober lalu. “Salah satu poin rekomendasi dalam Rapimnas Partai Gerindra adalah DPC-DPC yang daerahnya melaksanakan Pilkada serentak 2020, diwajibkan membuka pendaftaran yang bersifat terbuka dan tak dipungut biaya apapun alias gratis,” ujar Soepriyatno didampingi sekretaris DPD Partai Gerindra Jatim, Anwar Sadad di kantor DPD Partai Gerindra Jatim, Kamis (24/10).

Pembukaan pendaftaran bacakada dan bacawakada di 19 kantor DPC Partai Gerindra kabupaten/kota yang akan menggelar Pilkada serentak 2020, lanjut Soepriyatno mulai dibuka pada tanggal 25 Oktober hingga 15 November 2019. “Prinsipnya pendaftaran Pilkada dilakukan di masing-masing kantor DPC. Namun bisa saja para calon mendaftar melalui kantor DPD Partai Gerindra Jatim tapi nantinya berkas pendaftarannya akan disampaikan ke DPC yang bersangkutan,” jelas anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra ini.

Setelah pendafttaran ditutup, nantinya seluruh berkas pendaftar bacakada dan bacawakada akan didikirim DPC ke DPD untuk diverifikasi dan diberikan pertimbangan sebelum DPD menyerahkan berkas pendaftaran tersebut kepada DPP Partai Gerindra pada awal Desember nanti. “Jadi keputusan akhir siapa yang akan direkomendasi dan dicalonkan Partai Gerindra di Pilkada seretak 2020 merupakan kewenangan penuh DPP,” beber Soepriyato.

Ia mengakui kader internal partai gerindra tentunya akan lebih diprioritaskan untuk dicalonkan jika memang dia mumpuni dan hasil surveinya bagus. Namun jika hasilnya justru orang lain yang bukan kader itu lebih berpotensi menang jika ditempatkan menjadi nomor satu, tentu DPP Partai Gerindra juga tidak akan tutup mata. “Makanya sebelum diputuskan nanti partai gerindra juga akan meminta masukan dari luar seperti tokoh masyarakat, ulama dan partai-partai yang lain karena tak ada keharusan mempertahankan koalisi di Pilpres lalu,” dalih Soepriyatno.

Dari 19 kabupaten/kota di Jatim yang akan menggelar Pilkada serentak 2020, bagi Partai Gerindra tidak ada yang dinomorduakan karena pihaknya ingin calon yang diusung partai gerindra bisa menang sebab kemenangan itu sangat membantu untuk memperbesar jaringan partai gerindra di daerah tersebut nantinya. “Soal target kemenangan itu baru bisa dibuat setelah melihat para calon yang mendaftar. Yang jelas kalau bisa dimenangkan seluruhnya,” kelakar politisi murah senyum ini.

Diakui Soepriyatno, ada beberapa kabupten/kota di Jatim, dimana Partai Gerindra memiliki peluang besar menang karena perolehan kursi legislatifnya besar sehingga dimungkinkkan bisa mengusung sendiri Cabup atau Cawali, seperti di Kabupaten Jember dan Kabupaten Gresik. Sedangkan di daerah yang lain bisa mengusung Cabup atau Cawawali.

“Pokoknya kita lihat dulu laporan yang akan diberikan oleh DPC-DPC nanti, kira-kira potensi partai gerindra menang berapa persen. Kalau sekarang belum lah. Makanya 19 ketua DPC yang di daerahnya akan menggelar pilkada kita panggil untuk diberikan pengarahan,” pungkasnya. (aca)

Posting Terkait