BKKBN Jatim Teken MoU Dengan Ubhara

Tidak ada komentar 384 views

Surabaya (suarakawan.com) – Guna mensukseskan Program Kependudukan Keluarga Berancana dan Pembangunan Keluarga KKBPK, Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional BKKBN Jatim melakukan MoU dengan Universitas Bhayangkara Ubhara, Selasa (2/4).

Kepala Perwakilan BKKBN Jatim, H. Yenrizal Makmur, SP, MM menyatakan, saat ini permasalahan yang dihadapi bangsa khususnya di Jawa Timur tidak hanya terkait masalah jumlah atau kuantitas melainkan juga kualitas. Dari 30 persen penduduk Jawa Timur tidak lulus sekolah dasar, 32 persennya hanya lulus sekolah dasar. ”Untuk itu generasi muda sekarang harus dipersiapkan agar kualitas bangsa kedepan jauh lebih baik ,” tegasnya.

Yenrizal mengatakan, sebagai lembaga yang mencetak generasi bangsa, keberadaan Perguruan Tinggi PT sangat berperan penting dalam mengawalnya. Menurutnya, dengan mengandeng PT diharapkan program KKBPK dapat dimasukkan atau disisipkan dalam kurikulum perkuliahan.

Selain itu, BKKBN Jatim juga memberikan dukungan kepada PT yang telah bekerja sama dengan BKKBN Jatim antara lain dengan bantuan sarana prasanara advokasi dan KIE, (poster, majalah, brosur, leaflet) fasilitasi KKN tematik KKBPK untuk penggarapan Kampung KB, bantuan operasional penulisan skripsi bertema KKBPK, bantuan operasional pembinaan UKM Kependudukan atau Forum Mahasiswa Peduli Kependudukan (Fromalinduk), dan juga penyediaan data dan informasi program KKBPK untuk penelitian dan kajian ilmiah mahasiswa.

Wakil Rektor I Ubhara, Dr. Joko Sumaryanto, SH, MH menyambut baik kerjasama dengan BKKBN. Di era saat ini pihaknyaa harus banyak membuka diri untuk bekerja sama. Menurutnya, saat ini mahasiswa tidak hanya dinilai dari ijasah dan transkripnya, melainkan juga ada SKPI. ‘’Untuk itu melalui momen kali ini diharapkan bisa menjadi nilai tambah bagi para mahasiswa Ubhara.” ungkapnya.

Sementara itu Dekan FISIP Ubhara Ismail, S. Sos, M.Si menekankan, di era milenial banyak perubahan yang dihadapi. Terutama dengan maraknya berbagai konten informasi yang ada di media sosial. Banyak remaja asal mengikuti tren atau lifestyle yang belum tentu sesuai dengan lingkungan. “Inilah kesempatan yang baik untuk lebih mengenal diri kita dan apa yang seharusnya kita lakukan. Terutama terkait program KKBPK yang disampaikan Kepala BKKBN Jatim Yenrizal Makmur,” ujarnya. (gus)