BENTUK TRANSPARASI PENANGANAN PERKARA, PENYIDIK SATRESNARKOBA KEMBALIKAN BARANG SITAAN YANG TIDAK MENJADI BARANG BUKTI

114 views

Surabayaraya.com – (Sabtu, 29/06/2019) Sesuai ketentuan KUHAP Pasal 46 yang mengatur tentang mekanisme pengembalian benda sitaan, seorang Penyidik berkewajiban mengembalikan benda  kepada orang atau kepada mereka dari siapa benda itu disita, atau kepada orang atau kepada mereka yang paling berhak apabila Kepentingan penyidikan dan penuntutan tidak memerlukan lagi, perkara tersebut tidak jadi dituntut karena tidak cukup bukti atau ternyata tidak merupakan tindak pidana; dan Perkara tersebut dikesampingkan untuk kepentingan umum atau perkara tersebut ditutup demi hukum, kecuali apabila benda itu diperoleh dari suatu tindak pidana atau yang dipergunakan untuk melakukan suatu tindak pidana.

Dalam hal ini, barang bukti yang tidak terbukti terlibat dalam tindak pidana penyalahgunaan narkoba wajib dikembalikan kepada yang berhak (Keluarga tersangka, teman, atau yang memiliki/ berhak). Dalam hal ini Penyidik berkewajiban untuk menghubungi orang yang berhak menerima pengembalian barang tersebut secepatnya bila sudah diketahui bahwa benda tersebut tidak dijadikan barang bukti guna membuktikan bahwa tersangka bersalah.

Seperti yang dilakukan oleh Bripka Ely Yuniawati, S.H., Penyidik Unit II Satresnarkoba Polrestabes Surabaya sabtu kemarin Ia mendapatkan kunjungan dari salah satu keluarga tersangka yang kasusnya sedang ditangani olehnya. Dalam hal ini benda yang akan dikembalikan kepada keluarga adalah sebuah Motor yang tidak terbukti dilibatkan dalam tindak pidana penyalahgunaan narkoba oleh tersangka.

“Pada saat mengamankan seorang tersangka oleh Anggota di lapangan, mereka juga mempunyai hak untuk melakukan upaya paksa termasuk menyita barang-barang yang diduga keterlibatanya dalam tindak pidana penyalahgunaan narkoba. Selain menyita benda yang jelas seperti narkoba jenis sabu, ekstasi atau pun ganja. Anggota Opsnal juga perlu menelusuri benda-benda lain yang dicurigai. Umumnya benda itu digunakan dalam tindak pidana penyalahgunaan narkoba, seperti buku rekening, alat hisap sabu, korek api, kendaraan bermotor bahkan sampai ke sedotan plastik sekalipun.” Jelas Penyidik berpangkat Bripka tersebut.

Dalam hal ini menjadi tugas penyidik untuk melakukan pembuktikan apakah barang-barang tersebut memang terlibat dalam sebuah tindak pidana yang dilakukan tersangka. Dan apabila tidak, penyidik berkewajiban mengembalikan barang tersebut.

“Untuk barang berupa motor atau benda bergerak, seseorang hanya perlu membawa BPKB dan STNK untuk menunjukkan bahwa kendaraan itu cocok dengan kendaraan yang disita. Dan untuk benda-benda kecil seperti, Handphone, Tas, sampai ke buku rekening, keluarga hanya perlu membuktikan bahwa dirinya dan tersangka memiliki hubungan keluarga dan tersangka sendiri menyebutkan kepada siapa barang tersebut harus diserahkan.”

Dalam hal ini transparasi dalam penyidikan diperlukan untuk menunjukkan bahwa kinerja kepolisian sudah dilakukan sesuai prosedur. Dalam melakukan penggeladahan pun, selain disaksikan oleh tersangka sendiri, Anggota juga perlu memanggil beberapa orang saksi untuk menyaksikan proses penggeledahan. Hal ini semata-mata dilakukan untuk mecegah adanya salah paham dan tuduhan yang dikembalikan kepada pihak kepolisian karena bertindak semena-mena.Skt.10

The post BENTUK TRANSPARASI PENANGANAN PERKARA, PENYIDIK SATRESNARKOBA KEMBALIKAN BARANG SITAAN YANG TIDAK MENJADI BARANG BUKTI appeared first on .

Sumber : Polrestabes Surabaya

Polrestabes Surabaya Surabaya

Posting Terkait