Bawaslu: Wilayah Paling Rawan Penyelewengan Pemilu Ada di Lombok Timur dan Teluk Bintuni

Jakarta (Suarakawan.com) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) membeber hasil penelitian terhadap daerah-daerah di Indonesia yang rawan jadi sarang praktik pelanggaran Pemilu pada 2019. Ketua Bawaslu RI, Abhan menyebut, ada dua daerah yang paling rawan terjadi pelanggaran Pemilu 2019. Yakni Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Teluk Bintuni.

Data itu disampaikan Abhan saat memberikan sambutan dalam penandatanganan surat tugas pengawasan Pemilu 2019 di Hotel Bidakara, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (25/9/2018).

“Dari 514 kabupaten/kota terdapat dua kabupaten dengan kategori kerawanan tinggi yaitu Kabupaten Lombok Timur dengan skor 70,02 dan Kabupaten Teluk Bintuni dengan skor 66,47,” kata Abhan.

Selain memetakan daerah yang rawan terjadi pelanggaran pemilu, Bawaslu juga memetakan isu-isu apa saja yang berpotensi muncul saat Pemilu 2019. Abhan menuturkan berbagai isu tersebut merupakan pemicu pelanggaran pemilu.

“Berdasarkan IKP (indeks kerawanan pemilu) 2019 terdapat sembilan isu yang berpotensi adanya tingkat kerawanan tinggi. Kesembilan itu tersebut adalah, pertama hak pilih, kedua sengketa, ketiga representasi minoritas, keempat hak gender, kelima partisipasi kandidat, enam pengawasan pemilu, tujuh kampanye, delapan relasi penguasa dan sembilan pelaksanaan pemungutan suara,” paparnya.

Acara ini juga tampak dihadiri Ketua KPU Arief Budiman dan Ketua KPI Yuliandre Darwis.(dtc/ziz)