Banyak Lahirkan Tokoh, Presiden Apresiasi Lembaga Pendidikan Muhammadiyah

Presiden Jokowi berbincang dengan Ketua Umum Muhammadiyah saat menghadiri Peringatan Milad 1 Abad Madrasah Mu’allimin-Mu’allimaat, di Yogyakarta, Kamis (6/12) pagi. (Foto: Setpres)

Presiden Jokowi berbincang dengan Ketua Umum Muhammadiyah saat menghadiri Peringatan Milad 1 Abad Madrasah Mu’allimin-Mu’allimaat, di Yogyakarta, Kamis (6/12) pagi. (Foto: Setpres)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan kepada jajaran terkait terkait untuk membantu pembangunan gedung baru Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah, Yogyakarta, yang menurut informasi proses pekerjaannya akan dimulai pekan depan.

“Sudah saya perintahkan kepada Menteri BUMN agar secepatnya dimulai. Nanti Bu Menteri BUMN perintah lagi ke dirut-dirut BUMN, cepat, cepat, cepat,” kata Presiden Jokowi saat  menghadiri peringatan Milad Satu Abad Madrasah Mu’allimin-Mu’allimaat Muhammadiyah di Gedung Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah, Wirobrajan, Kota Yogyakarta, Kamis (6/12) pagi.

Banyaknya tokoh besar yang lahir dari Muhammadiyah membuat Presiden menaruh perhatian pada sarana pendidikan yang dimiliki Muhammadiyah. Presiden juga sempat memberikan komentarnya soal sarana pendidikan yang dikelola oleh Muhammadiyah.

“Saya melihat di buku ini gambar tahun 1929 saja gedungnya sudah gedung yang sangat besar dan megah. Tahun 51, berubah lagi tetapi lebih megah dari yang sebelumnya. Ini yang 2008 juga megah dan modern. Yang nanti sebentar lagi (rencana gedung baru) saya belum lihat gambarnya, tapi sudah ada coret-coretan di sini,” ungkap Presiden.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi meminta agar warga Muhammadiyah terus menjaga persatuan dan kerukunan antar warga. Ia mengingatkan aset terbesar bangsa ini adalah persatuan dan kerukunan.

”Oleh sebab itu saya mengajak marilah kita terus menjaga ukhuwah kita, ukhuwah islamiyah kita, ukhuwah wathaniyah kita sebagai saudara sebangsa dan setanah air,” tutur Presiden.

Turut mendampingi Presiden dalam acara ini antara lain, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, dan Menteri BUMN Rini Soemarno. (BPMI Setpres/ES)

 

Sumber