Bantuan Logistik Korban Gempa Palu Terhambat Jalur Transportasi

Palu (Suarakawan.com) – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Willem Rampangilei menyatakan, distribusi bantuan logistik untuk para korban gempa di Palu, Sulawesi Tengah masih minim dan belum bisa mencukupi kebutuhan mendesak untuk pengungsi yang kini hampir mencapai 50 ribu orang.

Willem membeberkan, minimnya ketersediaan logistik karena kendala jalur transportasi dan distribusi untuk sampai di Palu.

Willem menyebut, ketersediaan logistik sampai Senin (1/10/2018) hari ini baru bisa mencukupi untuk sekitar 10 persen dari jumlah pengungsi yang tercatat di posko.

Willem menginformasikan, bantuan paket makanan sebanyak 20 ribu dus baru akan sampai di Palu pada Selasa.

Ia menambahkan, upaya mendatangkan bantuan berbagai bahan makanan dari Provinsi Sulawesi Barat terhambat karena masyarakat korban gempa yang berada di jalur masuk ke Palu mencegat kendaraan bantuan karena mereka di sana pun membutuhkan bantuan.

Sementara akses dari udara dan laut untuk sampai di Palu juga masih sangat terbatas.

Selain itu, distribusi bahan pangan ke berbagai lokasi pengungsian juga terkendala oleh keterbatasan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) untuk berbagai kendaraan operasional bantuan.

Willem mengaku sedang mengupayakan percepatan distribusi bantuan logistik agar segera sampai ke pengungsi yang sangat membutuhkan.

Sementara itu, dari papan pengumuman yang ada di posko menyebutkan, jumlah korban meninggal dunia yang terdata di posko sampai Senin pagi sebanyak 740 orang.

Saat ini petugas dari instansi terkait sedang menyiapkan pemakaman massal untuk jenazah korban.(ara/ziz)

Tag: