Bank Maspion Luncurkan Kartu GPN

Tidak ada komentar 933 views

Surabaya (Suarakawan.com) – Bank Maspion bersama 10 bank lainnya meluncurkan kartu Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) di halaman Kantor Bank Indonesia Surabaya, Minggu (29/7/2018).

Kampanye GPN serentak tersebut langsung dihadiri oleh Gubernur Jatim DR. Soekarwo, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Difi A Johansyah hingga sejumlah pejabat bank di Surabaya.

Dalam sambutannya, Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan, acara ini benar-benar menyentuh hatinya, karena di dalamnya terdapat rasa nasionalisme yang tinggi. “GPN ini adalah sebuah bentuk nasionalisme baru dalam industri jasa keuangan.Dengan GPN, transaksi pembayaran di Indonesia akan diproses di Indonesia sendiri dan datanya juga tidak akan sampai keluar negeri,” kata Soekarwo

Jelas dengan kebijakan ini, akan membantu perbankan, karena biaya untuk ini akan lebih murah. Dengan adanya biaya transaksi yang makin murah akan berdampak pada penurunan biaya operasional yang pada akhirnya diharapkan dapat menurunkan suku bunga bank.

Bank Indonesia dan perbankan menggelar kampanye GPN dengan kegiatan pekan penukaran kartu berlogo GPN di 17 titik di seluruh nusantara yang sekaligus mewakili tanggal kemerdekaan Republik Indonesia.

Kampanye akan diselenggarakan serentak pada hari Minggu, 29 Juli yang dilanjutkan dengan kegiatan penukaran kartu pada 30 Juli s.d. 3 Agustus 2018 untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat menukarkan kartu ATM/Debet bank yang dimilikinya menjadi kartu berlogo GPN.

“Pekan GPN merupakan tindak lanjut acara peluncuran bersama kartu berlogo GPN di Jakarta pada 3 Mei 2018 yang lalu untuk mendorong masyarakat menggunakan kartu berlogo GPN,” kata Difi

Pekan GPN di kota Surabaya diawali dengan kegiatan launching dan seremoni penyerahan kartu GPN kepada nasabah perbankan, serta Fun Walk sepanjang 5 km pada 29 Juli 2018 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur.

Kegiatan yang dibuka oleh Soekarwo, Gubernur Jawa Timur tersebut diikuti oleh ± 1000 nasabah dari 11 bank di Jawa Timur, antara lain Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, BCA, BPD Jatim, Bank Maspion, Bank Syariah Mandiri, Bank Permata, Bank CIMB Niaga, dan Bank Artha Graha.

Setelah kegiatan launching tersebut, sepekan setelahnya pada tanggal 30 Juli s.d 3 Agustus berlangsung Pekan GPN dimana dibuka Layanan Gerak Perbankan untuk penukaran kartu ATM/Debet

Berlogo GPN di 4 (empat) lokasi yaitu Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Kantor Pemerintah Provinsi Jatim, Balai Kota (Taman Surya), dan Pasar Atom. Selain di lokasi tersebut, nasabah juga dapat menukarkan kartunya di seluruh outlet perbankan di wilayah Surabaya.

“Untuk menukarkan kartu debetnya dengan kartu GPN, masyarakat cukup membawa dokumen berupa kartu identitas, kartu ATM/Debet, dan buku tabungan,” tutur Difi.

“Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Perbankan, akan memastikan kecukupan persediaan kartu ATM/Debet berlogo GPN untuk melayani permintaan penukaran kartu oleh masyarakat.

Dan diharapkan 30% nasabah perbankan (tabungan) di Jawa Timur telah memiliki kartu ATM / Deber Berlogo GPN pada akhir Desember 2018,” lanjutnya. Menurut Difi, sampai dengan Juli 2018, 11 Bank yang mengikuti kampanye GPN telah menyiapkan sekitar 530 ribu kartu untuk didistribusikan ke nasabahnya di wilayah Surabaya dan sekitarnya.

Sesuai dengan tema kampanye “GPN Pemersatu Transaksi Pembayaran Nasional”, dengan adanya GPN diharapkan masyarakat tidak perlu lagi memiliki banyak kartu untuk bertransaksi, dan infrastruktur pemrosesan pembayaran (EDC) dapat disebar lebih merata tidak hanya di kota-kota besar yang pada akhirnya akan meningkatkan efisiensi waktu dan biaya.

Selain itu, masyarakat tidak perlu kuatir mengenai keamanan data karena seluruh proses dilakukan di dalam negeri melalui jaringan domestik (ATM Bersama, Prima, Alto, dan Link). Bahkan masyarakat juga dapat menikmati biaya administrasi yang lebih murah karena seluruh pemrosesan dilakukan di domestik dan bank tidak dikenakan biaya lisensi logo.

Dengan menggunakan kartu debit berlogo GPN, kata dia, dapat mempermudah transaksi, serta mempermurah biaya transaksi. Pasalnya, bila dahulu transaksi akan dikenakan Merchant Discount Rate (MDR) yang ditarik oleh perbankan sebesar 3% turun menjadi hanya 1%.
Sementara itu, Herman Halim Dirut Bank Maspion mengatakan, kita sudah meluncurkan GPN di mana semua transaksi domestik transaksi yang dulu harus route di luar negeri sekarang di selesaikan di Indonesia. Demikian juga kita sudah interkoneksi, intercoverbility di antara alat-alat kartu pembayaran kita khususnya kartu debit

Apapun kartu debit Anda, apapun bank Anda untuk domestik transaction akan diselesaikan di dalam negeri. Mmelalui GPN maka akan lebih efisien dari segi infrastruktur. Sebab mesin outlet-outlet penjualan tak perlu lagi menyediakan banyak mesin EDC (Electronic Data Capture).

“Kemudian juga, keuntungannya kalau masyarakat mau isi uang elektronik atau e-money, bisa isi di ATM (lebih) murah,” katanya. (gus)