Banjir Longsor Sumatera Barat, 7 Wilayah Terdampak, 6 Tewas

Padang (Suarakawan.com) – Bencana banjir dan tanah longsor melanda wilayah Sumatera Barat. Bencana telah menelan sedikitnya 6 korban jiwa. Tim gabungan dari BPBD, Basarnas dan TNI/Polri hingga kini masih mencari korban hilang akibat banjir dan tanah longsor di berbagai daerah di Sumatera Barat.

“Tim kita masih di lapangan. Pagi ini pencarian Korban akan dilanjutkan,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumatera Barat, Rumainur, Jumat (12/10/2018).

Ada tujuh daerah yang dilanda banjir dan tanah longsor, yakni Kabupaten 50 Kota, Agam, Tanah Datar, Pasaman, Pesisir Selatan, Pasaman Barat dan Padang Pariaman.

Kepala Biro Humas Pemprov Sumatera Barat, Jasman Rizal melaporkan, untuk sementara tercatat 6 korban jiwa. Korban tewas itu masing-masing, tiga orang akibat terkena longsor di Parik Malintang, Kabupaten Padang Pariaman Rabu (10/10) malam, dan tiga lainnya terseret banjir bandang di Tanjung Bonai, Kecamatan Lintau Kabupaten Tanah Datar, Kamis (11/10) malam.

Korban di Padang Pariaman sudah ditemukan dan dimakamkan, sementara di Tanjung Bonai Tanah Datar baru satu korban yang ditemukan. Korban diketahui bernama Anis. Bocah berusia 3 tahun itu ditemukan tewas dalam kondisi penuh lumpur. Petugas pagi ini mencari kakak Anis bernama Pis dan ibunya, Rani. Mereka diperkirakan terjebak banjir lumpur karena rumah mereka ikut hancur.

Selain keduanya, dilaporkan juga ada empat korban hilang. “Sudah beberapa hari terakhir hujan lebat. Ini diperkirakan memicu terjadinya banjir dan longsor,” Kata Jasman.

Ia mengatakan, pemerintah provinsi sudah mengingatkan kabupaten kota untuk meningkatkan kewaspadaan.

Banjir dan longsor dipicu curah hujan tinggi. Di wilayah Pesisir Selatan, curah hujan tinggi menyebabkan munculnya genangan air setinggi 40-50 cm di Kecamatan Lengayang, Koto Rawang pada Kamis (11/10) sore. Banjir juga terjadi Aia Kulam Nagari Kambang dan Kecamatan Bayang di Lubuk Kumpai.

Di wilayah ini juga ada pohon tumbang di dua lokasi yaitu Perumnas Painan Timur dan Kecamatan IV Jurai. Selain itu terjadi bencana longsor di Batu Tembak menuju Kabupaten Batang Kapas.

Sementara di Kepulauan Mentawai, juga terjadi tanah longsor di Kecamatan Sipora Utara Desa Goso Oinan. Kejadian ini menyebabkan tertutupnya akses jalan dan terganggunya aktivitas masyarakat.

Sedangkan di Kabupaten Lima Puluh Kota terjadi banjir di Jorong Lompek Nagari Halaban Kecamatan Lareh Sago Halaban. Banjir menyebabkan tiga ekor kerbau hanyut dan 0,25 hektare sawah terendam. Jorong Kampung Dalam Nagari Limbanang Kecamatan Suliki juga banjir, dua unit rumah terendam. Di kabupaten Lima Puluh Kota juga terjadi longsor di Jalan Nagari Sungai Naniang, Kecamatan Bukik Barisan.

Selanjutnya di Kabupaten Agam, banjir merendam 10 unit rumah di Jorong Puduan, Nagari Bawan Kecamatan Ampek Nagari. Longsor juga terdapat di daerah Jorong Pasa Bawan hingga menyebabkan akses jalan tertutup.

Di Kabupaten Pasaman, banjir terjadi cukup parah. Di daerah ini banjir mencapai ketinggian 50-100 cm. Ada hampir 100 unit rumah terendam.

Di Kabupaten Tanah Datar, curah hujan tinggi menyebabkan jembatan terendam dan tak bisa dilalui kendaraan. Banjir ini juga merendam satu unit rumah dan kedai.

Sementara di Kabupaten Pasaman Barat, banjir dan longsor terjadi di 3 titik. Sebanyak 30 rumah terendam banjir.(dtc/ziz)