Banjir dan Longsor Hantam Sumatera Barat, 15 Warga Tewas

Padang (Suarakawan.com) – Bencana banjir dan tanah longsor melanda sejumlah daerah di Sumatera Barat. Hingga Jumat (9/11/2018) hari ini tercatat ada 15 warga yang ditemukan tewas.

“Dua warga hanyut terseret banjir berada di Kabupaten Pasaman Barat dan Kabupaten Pasaman, sementara satu lainnya tertimbun longsor di Pariaman,” kata Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Provinsi Sumatera Barat, Rumainur.

Korban di Pasaman Barat bernama Ahmad Arpikan. Bocah berusia 10 tahun itu terseret arus Sungai Batang Lapu Pegambiran, Kecamatan Parit Koto Balingka, yang meluap tiba-tiba saat hujan lebat. Jasadnya ditemukan mengapung tak bernyawa sekitar 600 meter dari lokasi awal korban berada pada Kamis (8/11/2018) sore.

Di Kabupaten Pasaman, salah seorang warga bernama Johan (41) dilaporkan hanyut di aliran Batang Sumpu, Sungai Pandahan, Lubuk Sikaping. Hingga Jumat pagi, korban belum ditemukan. Hingga kini, Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.

Selain banjir, sejumlah daerah di Sumbar dilanda tanah longsor. Antara lain di Kabupaten Agam, Sijunjung, dan Pariaman.

Di Pariaman, tanah longsor menimbun satu rumah di Desa Sintuk, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman. Longsor terjadi sekitar pukul 06.00 WIB, Jumat (9/11/2018). Tiga orang menjadi korban, yakni Syahrial (67) bersama dua anaknya, Sriwardani (15) dan Sawitri (23).

Ketiganya dapat dievakuasi petugas dan dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Namun nyawa salah satu korban, Sawitri, tak bisa diselamatkan.(dtc/ziz)